
MATARAM, Nuansantb.id – Nama Jamaluddin, S.Sos., MT, semakin menonjol dalam bursa pencalonan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari sepuluh nama yang masuk penjaringan, birokrat kelahiran Sumbawa Besar, 17 November 1972 ini, dianggap sebagai salah satu yang paling diperhitungkan berkat rekam jejak panjang dan prestasi nyata di berbagai bidang strategis.
Jamaluddin dikenal sebagai pemimpin yang mampu membangkitkan organisasi yang dipimpinnya. Keunikan kariernya terlihat dari kepercayaan yang terus diberikan oleh berbagai kepemimpinan gubernur untuk menempati posisi-posisi kunci, mengindikasikan kapabilitas profesional dan loyalitas pada institusi yang tak diragukan.
Pondasi Karier dan Prestasi Dini
Memulai karier sebagai CPNS di Dinas Cipta Karya Kabupaten Sumbawa pada 1993, puncak prestasi awal Jamaluddin terukir saat memimpin Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan. Di bawah komandonya, Kabupaten Sumbawa berhasil meraih Piala Adipura selama tiga tahun berturut-turut sebagai kota terbersih tingkat nasional. Prestasi ini membuktikan kemampuannya dalam manajemen lingkungan yang terukur, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi masyarakat.
Pengalaman ini membentuknya menjadi birokrat yang sangat memahami isu lingkungan hidup. Ia sering menekankan bahwa kerusakan lingkungan berakibat langsung pada kesehatan masyarakat, meningkatnya bencana seperti banjir, dan penurunan kualitas hidup—isu yang relevan dengan kondisi NTB dan Indonesia secara umum.
Mendaki Tangga Strategis Provinsi
Kapasitasnya mengantarkan Jamaluddin ditarik ke level provinsi. Ia suksif menduduki berbagai jabatan penting: Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB (2023–2025), periode dimana ia berkontribusi besar dalam event internasional. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB (jabatan saat ini).
Di sektor pariwisata, kapasitasnya diuji di kancah global. Jamaluddin dipercaya menjabat sebagai Chairman World Superbike (WSBK) Mandalika 2022-2023 dan Chairman MotoGP Mandalika 2023. Pengalaman ini menunjukkan kemampuannya mengelola event kompleks dan membangun citra destinasi.
Kualifikasi dan Penghargaan
Lulusan S-1 Ilmu Administrasi Negara STIA Mataram (2000) dan S-2 Teknik Sipil Manajemen Konstruksi ITN Malang (2012) ini memiliki golongan Pembina Utama Muda (IV/c). Pengalaman lintas sektornya—infrastruktur, perumahan, pariwisata, perdagangan, dan lingkungan—menjadikannya kandidat yang adaptif dan memahami keterkaitan antar-bidang pembangunan.
Dedikasinya diakui melalui Satya Lencana Karya Satya 10 dan 20 Tahun. Di luar birokrasi, ia aktif membina masyarakat melalui organisasi kepemudaan dan olahraga, seperti Ketua Umum PELTI NTB dan PBVSI Kabupaten Sumbawa.
Keikutsertaan Jamaluddin dalam bursa Sekda NTB disinyalir sebagai bentuk pencarian pemimpin daerah yang tak hanya memenuhi kualifikasi administratif, tetapi juga memiliki rekam jejak terbukti di lapangan. Figur yang memahami teknis infrastruktur, dinamika pariwisata global, hingga urusan perdagangan dan lingkungan, dianggap tepat untuk menghadapi tantangan NTB seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan percepatan pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi NTB kini dihadapkan pada pilihan strategis: apakah akan menempatkan birokrat dengan rekam jejak komprehensif dan teruji seperti Jamaluddin sebagai pengelola utama pemerintahan daerah. Keputusannya akan menjadi sinyal kuat tentang arah pembangunan NTB ke depan.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar