Perluas Jejaring Antar Kepala Daerah, Bupati Sumbawa Hadiri Deklarasi PERPUKADESI di Jakarta

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 05 Mei 2026

Jakarta, Nuansantb.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola daerah yang adaptif dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Deklarasi dan Pengukuhan Dewan Pengurus Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (PERPUKADESI) Periode 2026–2031 di Jakarta, Senin (04/05/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Sarasehan Nasional bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kepemimpinan Daerah untuk Indonesia yang Berkelanjutan” ini berlangsung di Ruang Auditorium Lantai 2, Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, para purnabakti kepala daerah, serta pejabat aktif dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bupati yang akrab disapa Haji Jarot itu hadir bersama Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.IP., M.M.Inov, serta Dr. Ir. H. Musyafirin, M.M. Kehadiran para pimpinan daerah dari Pulau Sumbawa ini mencerminkan komitmen kolektif dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui optimalisasi peran pemerintah daerah.

Menurut Bupati Jarot, forum seperti PERPUKADESI memiliki peran strategis untuk memperkaya perspektif kepemimpinan daerah. Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak lagi sekadar mengejar target fisik, melainkan bagaimana menciptakan kebijakan inovatif yang responsif terhadap dinamika masyarakat sekaligus berorientasi pada keberlanjutan ekosistem pemerintahan.

“Partisipasi dalam kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, serta menyerap berbagai gagasan strategis dari para pemangku kepentingan,” ujar Bupati Jarot kepada media ini.

Lebih lanjut, orang nomor satu di kabupaten sumbawa ini menjelaskan bahwa penguatan tata kelola daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa kolaborasi lintas daerah. Ia mencontohkan praktik kepemimpinan efektif yang sudah diterapkan di Sumbawa, seperti peningkatan pelayanan publik berbasis digital dan pengelolaan anggaran partisipatif. Namun demikian, ia mengakui masih banyak ruang untuk belajar dari daerah lain, terutama dari para purnabakti kepala daerah yang telah memiliki rekam jejak nyata.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang refleksi kolektif. Banyak sekali nilai-nilai kepemimpinan dari para senior yang bisa kami adaptasi dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Semoga sinergi antar kepala daerah semakin solid dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam sarasehan tersebut, Bupati Jarot juga menyoroti pentingnya tata kelola yang adaptif terhadap perubahan. Menurutnya, kepemimpinan daerah ke depan harus mampu membaca tantangan krisis iklim, ketimpangan sosial, serta percepatan transformasi digital. Karena itu, ia mengapresiasi tema yang diangkat oleh PERPUKADESI karena sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sumbawa yang menekankan keberlanjutan.

Acara deklarasi PERPUKADESI periode 2026–2031 ini diharapkan menjadi wadah penguatan kapasitas para kepala daerah, baik yang masih aktif maupun purnabakti. Bupati Jarot optimistis bahwa dengan memperkuat ekosistem kepemimpinan daerah yang kolaboratif, Indonesia mampu melompat lebih cepat mencapai target pembangunan berkelanjutan.

“Kami dari Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus belajar dan berkolaborasi. Karena pada akhirnya, pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika kepemimpinan di tingkat tapak benar-benar berpihak pada rakyat dan masa depan,” pungkasnya.

Turut mendampingi Bupati dalam rombongan, sejumlah pejabat Pemda Sumbawa yang juga hadir dalam rangka menjaring program-program inovatif dari daerah lain untuk ditularkan ke Bumi Samawa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez