
Sumbawa, Nuansantb.id – Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., secara mengejutkan membuka suara soal dinamika pencalonan Ketua Umum KONI NTB. Dengan tegas, ia menyatakan dukungan penuh kepada Mori Hanafi untuk kembali memimpin organisasi olahraga tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dukungan ini bukan sekadar iseng atau basa-basi. Abdul Rafiq menegaskan bahwa keputusannya didasari oleh pertimbangan objektif demi masa depan olahraga NTB, terutama menjelang gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Kami di KONI Sumbawa secara resmi mendukung Mori Hanafi. Bukan karena personal, tapi rekam jejak, jaringan, dan pengalamannya sudah teruji. Jangan sampai kita melupakan sejarah,” tegas Abdul Rafiq, Sabtu (08/08/2026).
Dukungan Berbasis Kinerja dan Sejarah PON 2028
Abdul Rafiq menyoroti peran sentral Mori Hanafi dalam proses panjang yang mengantarkan NTB dipercaya sebagai salah satu tuan rumah PON 2028. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah hadiah instan, melainkan hasil lobi dan komunikasi intens yang dilakukan Mori saat menjabat Ketua Umum KONI NTB sebelumnya.
“Penunjukan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 tidak datang begitu saja. Ada proses, komunikasi, dan perjuangan. Mori Hanafi adalah bagian dari sejarah itu. Kami di Sumbawa tidak boleh melupakan sejarah,” ungkapnya.
Selain itu, peningkatan raihan medali NTB pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 menjadi bukti lain bahwa kepemimpinan Mori membawa angin segar bagi pembinaan olahraga daerah. Abdul Rafiq menilai, prestasi ini adalah fondasi yang harus dilanjutkan, bukan dihancurkan dengan memulai dari nol.
“Prestasi tidak lahir dalam satu malam. Ada proses pembinaan panjang. Karena itu, kesinambungan kepemimpinan sangat penting. Kita jangan memulai dari nol lagi,” pintanya.
Pesan Halus untuk Gubernur Iqbal: “Cukup Back Up, Tak Usah Jadi Ketua”
Di tengah isu yang santer beredar mengenai Gubernur NTB, Muhamad Iqbal, yang disebut-sebut akan maju sebagai calon Ketua Umum KONI NTB, Abdul Rafiq memberikan tanggapannya yang diplomatis namun sarat makna.
Ia mengakui bahwa hak setiap warga negara untuk mencalonkan diri adalah hal yang sah dan demokratis. Namun, ia mengingatkan agar dinamika olahraga tidak ditarik terlalu jauh ke dalam kepentingan kekuasaan pemerintahan.
“Kalau Pak Gubernur Iqbal ingin maju, itu sah-sah saja. Kami hormati proses demokrasi. Tapi, kami berharap persoalan olahraga tidak ditarik ke kepentingan kekuasaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abdul Rafiq menyindir bahwa menjadi Gubernur sudah merupakan tanggung jawab besar yang membutuhkan fokus penuh. Ia berpendapat, peran terbaik pemerintah daerah adalah memberikan dukungan maksimal, bukan justru mengambil alih kendali langsung.
“Tidak mesti kekuasaan sebagai gubernur harus memegang langsung jabatan Ketua Umum KONI. Kalau gubernur punya kepedulian, cukup back up KONI NTB. Itu sudah sangat luar biasa. Tidak harus gubernur sendiri yang jadi ketua,” tegasnya.
Harapan untuk Mori: Jangan Berhenti, PON 2028 Sudah Dekat
Di akhir pernyataannya, Abdul Rafiq secara khusus menyampaikan harapan agar Mori Hanafi tidak mundur dan tetap maju dalam pencalonan. Ia menilai pengalaman Mori sangat dibutuhkan untuk menjaga konsolidasi seluruh elemen olahraga di NTB.
“Kami berharap Mori Hanafi tetap maju. Jangan berhenti mengabdi untuk olahraga NTB. Masih banyak pekerjaan besar yang harus kita selesaikan bersama, terutama menghadapi PON 2028,” imbaunya.
Ia mengingatkan bahwa saat ini seluruh stakeholder olahraga NTB harus fokus pada pekerjaan rumah besar, mulai dari pembinaan atlet, kesiapan venue, hingga anggaran. Menurutnya, energi tidak boleh habis hanya untuk dinamika perebutan kursi kepemimpinan.
“Kami tidak sedang mencari siapa yang paling berkuasa. Kami sedang mencari siapa yang paling siap bekerja untuk olahraga NTB. Bagi kami, Mori Hanafi memiliki kapasitas dan pengalaman itu,” pungkas Abdul Rafiq.
Dengan dukungan resmi dari KONI Sumbawa, peta persaingan menuju bursa Ketua Umum KONI NTB dipastikan akan semakin menarik untuk dinantikan.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar