
Sumbawa, Nuansantb.id – Usai menuntaskan agenda reses di Desa Lito, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.Ap., MM.Inov, tak membiarkan waktu terbuang. Dengan semangat yang tak kendur meski diguyur hujan, ia langsung bergerak menuju Desa Semamung, Rabu sore (11/02/2026), untuk melanjutkan hari kedua masa reses perdana Sidang I Tahun 2026.
Kedatangan politisi senior yang juga Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sumbawa ini langsung disambut antusiasme luar biasa warga. Puluhan masyarakat telah memenuhi lokasi reses jauh sebelum acara dimulai. Suasana berbeda terasa di desa ini. Jika di Desa Lito warga cenderung hati-hati menyampaikan aspirasi, di Desa Semamung gelombang usulan justru mengalir deras dengan semangat tinggi.
Seperti agenda sebelumnya, Nanang membuka reses dengan pemaparan program-program strategis nasional dan daerah. Ia menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah yang tengah berjalan serta peluang pembangunan yang dapat diakses melalui mekanisme Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Namun yang paling menyita perhatian adalah sesi dialog terbuka. Satu per satu warga berdiri, menyuarakan kebutuhan desanya dengan suara lantang namun tetap santun.
Aspirasi yang mencuat didominasi sektor pertanian dan infrastruktur pedesaan. Warga mendesak pembangunan jaringan irigasi teknis, Jalan Usaha Tani (JUT), serta pembangunan cekdam baru. Tidak hanya pembangunan, warga bahkan menyoroti persoalan teknis seperti normalisasi cekdam eksisting yang mengalami pendangkalan parah akibat sedimentasi bertahun-tahun.
Tak hanya itu, sektor ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian utama. Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengusulkan bantuan permodalan dan pelatihan manajemen usaha. Sementara peternak meminta intervensi berupa bantuan bibit ternak dan pakan murah. Warga kurang mampu pun tak ketinggalan menyuarakan perlunya bantuan usaha produktif agar dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi.
Menariknya, di tengah hiruk-pikuk aspirasi pembangunan fisik, warga Desa Semamung juga menyisipkan usulan bernuansa kearifan lokal. Mereka meminta perhatian serius terhadap pengembangan sarana budaya Karapan Kerbau, tradisi turun-temurun yang selama ini menjadi identitas sekaligus hiburan rakyat di Sumbawa. Aspirasi ini disambut tepuk tangan hangat sebagai simbol bahwa pembangunan tak melulu soal beton dan aspal, tapi juga pelestarian nilai budaya.
Mendengar rentetan aspirasi yang disampaikan penuh semangat, Nanang Nasiruddin tampak tekun mencatat. Sesekali ia mengangguk, sesekali melontarkan pertanyaan konfirmasi. Politisi ramah ini kemudian berdiri memberikan respons langsung.
“Banyaknya aspirasi yang disampaikan hari ini artinya banyak masyarakat yang peduli dan ingin adanya perubahan nyata di lingkungannya. Ini bukan keluhan, ini adalah energi perubahan. Sungguh luar biasa dan harus kita apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Nanang dengan nada optimistis.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD juga menekankan pentingnya sinergitas antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif. Menurutnya, DPRD adalah penyambung lidah rakyat, sementara eksekutif adalah pelaksana teknis di lapangan.
“Kami sebagai wakil di Parlemen wajib menyuarakan. Eksekutor lapangan tentu adalah eksekutif dengan segala pertimbangan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah. Kolaborasi tiga pihak inilah yang akan mengantarkan Sumbawa menuju kesejahteraan. Tujuan kita sama: kemakmuran untuk tau dan tana Samawa,” beber Nanang.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan aspirasi tidak selalu berujung pada realisasi instan. Namun ia berkomitmen membawa seluruh usulan yang tercatat ke meja rapat DPRD dan pembahasan APBD.
“In Sha Allah, semua aspirasi bapak-ibu telah kami catat dengan baik dan akan diperjuangkan semaksimal mungkin. Realisasi tentu bertahap, tidak bisa sekaligus. Sebagaimana program-program hasil reses tahun-tahun sebelumnya yang kini sudah dinikmati masyarakat, insyaallah giliran desa ini akan menyusul,” pungkasnya.
Di penghujung acara yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan itu, Nanang menyampaikan pesan menyentuh. Ia berpesan agar program-program yang telah terealisasi dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sementara untuk aspirasi baru yang telah dititipkan warga, ia menyebutnya sebagai “titah suci” yang wajib diperjuangkan dengan sepenuh jiwa dan raga.
“Hari ini bapak-ibu menitipkan harapan. Besok kami di DPRD yang akan berteriak di ruang sidang. Doakan kami istiqomah mengemban amanah ini,” tutup Nanang diiringi derai hujan dan tepuk tangan warga yang masih setia bertahan hingga acara usai.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar