Target Pendapatan 1,92 Triliun, Bupati Sumbawa Beberkan Rancangan KUA-PPAS 2027

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 11 Agu 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi memulai tahapan penyusunan anggaran tahun 2027. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa, Selasa (11/08/2026).

Dalam paparannya, orang nomor satu di lingkup Pemkab Sumbawa itu menargetkan pendapatan daerah pada 2027 mencapai Rp1,92 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp25,04 miliar atau tumbuh 1,32 persen dibandingkan APBD tahun 2026.

“Rancangan KUA-PPAS ini adalah peta awal sebelum kita bahas lebih lanjut dengan Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ini menjadi komitmen kita bersama untuk membangun Sumbawa yang lebih baik,” ujar H. Jarot di hadapan para wakil rakyat.

Struktur Pendapatan: PAD Jadi Mesin Utama

Target pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp269,78 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp1,64 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp8,94 miliar.

Yang menarik, Bupati Jarot menyoroti optimisme pada sektor PAD yang ditargetkan melonjak Rp18,30 miliar atau tumbuh 7,28 persen. Peningkatan ini dinilai didorong oleh optimalisasi pajak daerah dan pengelolaan aset yang lebih maksimal.

“Dengan adanya kecenderungan penyesuaian Transfer ke Daerah dari pusat, kita tidak boleh bergantung sepenuhnya. Kita harus terus memperkuat kemandirian fiskal. Optimalisasi PAD, pengelolaan aset daerah, serta adaptasi terhadap kebijakan transfer adalah kunci utama,” tegasnya.

Belanja Produktif Rp1,93 Triliun

Di sisi belanja, Pemerintah Kabupaten Sumbawa merencanakan anggaran sebesar Rp1,93 triliun, naik Rp17,05 miliar atau 0,89 persen dibandingkan APBD 2026. Alokasi tersebut dirinci untuk Belanja Operasi Rp1,56 triliun, Belanja Modal Rp95,33 miliar, Belanja Tidak Terduga Rp20 miliar, dan Belanja Transfer Rp254,11 miliar.

Bupati Jarot menegaskan bahwa kebijakan belanja tahun depan akan lebih produktif dengan mengusung prinsip money follows priority dan value for money.

“Anggaran harus tepat sasaran. Kami fokus pada pemenuhan belanja wajib, penguatan ekonomi dan hilirisasi agromaritim, pemerataan infrastruktur, serta efisiensi belanja operasional. Setiap rupiah harus berdampak bagi rakyat,” jelasnya.

Tema dan Prioritas Pembangunan 2027

Mengusung tema “Memantapkan Daya Saing Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat melalui Penguatan SDM Unggul, Lingkungan Hijau Lestari, Pemerintahan Berkinerja, dan Peningkatan Produktivitas”, ada lima prioritas utama yang akan digarap pada 2027:

1. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

2. Pengembangan ekonomi berbasis potensi unggulan dan hilirisasi.

3. Pemerataan infrastruktur dan pelestarian lingkungan hidup.

4. Tata kelola pemerintahan yang berkinerja.

5. Percepatan penurunan kemiskinan dan penguatan ketahanan sosial budaya.

Untuk membiayai program-program tersebut, penerimaan pembiayaan daerah tahun 2027 direncanakan sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Di akhir sambutannya, H. Jarot berharap pembahasan KUA-PPAS bersama DPRD dapat berjalan sinergis.

“Saya berharap kita bisa menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, dan tepat sasaran. Anggaran 2027 harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbawa,” pungkasnya.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez