Putus Mata Rantai Ketimpangan Melalui Pendidikan, Wamen Prof Stella Ajak Bupati Sumbawa Kolaborasi

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 08 Jan 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya dalam mengatasi ketimpangan pendidikan melalui program strategis Sekolah Garuda. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Wamen Dikti Ristek), Prof. Stella Christie, Ph.D., menyatakan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada masa depan anak-anak berprestasi dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pernyataan ini disampaikan Prof. Stella saat melakukan peninjauan langsung terhadap calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda (SMA Unggul Garuda) di Kabupaten Sumbawa, Kamis (08/01/2026). Dalam kunjungannya, ia mengungkap skema pembiayaan komprehensif yang telah disiapkan negara.

“Negara hadir untuk mereka. Bapak Presiden telah menyiapkan anggaran beasiswa penuh, mulai dari jenjang SMA di Sekolah Garuda, hingga kelanjutan pendidikannya di universitas terbaik dunia, baik di dalam maupun luar negeri. Walaupun berasal dari keluarga yang tidak mampu, masa depan mereka tidak lagi terbentur biaya,” tegas Prof. Stella di hadapan Bupati Sumbawa dan jajaran Forkopimda.

Program Sekolah Garuda, menurutnya, dirancang sebagai katalis untuk memutus mata rantai ketimpangan akses pendidikan berkualitas. Sekolah berasrama (boarding school) dengan kurikulum berstandar global ini bertujuan membuka kesempatan setara bagi siswa berprestasi dari daerah.

“Esensinya adalah keadilan. Presiden ingin memastikan bahwa anak-anak pintar dari pelosok Sumbawa, dari pulau terpencil, atau dari daerah perbatasan, memiliki akses dan peluang yang sama dengan anak-anak di Jakarta atau Surabaya. Inilah cara kita membangun kesetaraan dari hulunya,” papar Prof. Stella.

Ia menekankan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. Prof. Stella memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas kesiapan dan inisiatifnya.

“Sinergi ini nyata. Lahan untuk Sekolah Garuda diusulkan dan dihibahkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati. Pembangunan fisik sekolah sepenuhnya menggunakan anggaran pusat. Tugas daerah adalah menyiapkan dukungan infrastruktur pendukung seperti jalan, air bersih, listrik yang andal, serta kesiapan SDM dan lingkungan sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Stella mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang mengkaji lokasi-lokasi untuk fase kedua pembangunan Sekolah Garuda. Tahap pertama, yang meliputi empat sekolah, telah memasuki proses konstruksi.

“Untuk tahap kedua, target kami adalah memulai pembangunan pada 2026 dan menyelesaikannya paling lambat Juni 2027. Dengan demikian, sekolah-sekolah ini dapat menerima siswa pertamanya pada tahun ajaran 2027/2028,” ungkapnya.

Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa Sekolah Garuda bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen strategis nation-building.

“Kami tidak hanya membangun gedung. Kami membangun masa depan dan mimpi. Setiap Sekolah Garuda yang berdiri di daerah, seperti nantinya di Sumbawa, adalah simbol komitmen negara bahwa tidak ada lagi potensi bangsa yang terbuang hanya karena terlahir di wilayah yang jauh dari pusat. Dari sini, calon-calon pemimpin masa depan Indonesia akan lahir,” pungkas Prof. Stella.

Dengan skema pembiayaan yang menjamin keberlangsungan pendidikan dari SMA hingga perguruan tinggi terbaik dunia, program ini diharapkan mampu menjadi jawaban konkret dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul yang merata di seluruh Indonesia.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez