Bullying Marak, Dewan Pendidikan Sumbawa Minta Sekolah Bentuk Satgas Anti Perundungan

2 menit membaca
Sahril
Headline News, PENDIDIKAN - 27 Apr 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Maraknya kasus perundungan (bullying) di sejumlah sekolah Kabupaten Sumbawa, termasuk yang menimpa siswa SDN 1 Orong Telu, mendapat respons tegas dari Dewan Pendidikan setempat.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Jamhur Husain, B.Sc., mengeluarkan rekomendasi darurat agar seluruh satuan pendidikan segera bertindak sistemik, tidak sekadar menangani kasus secara insidental.

“Bullying bukan persoalan sepele. Dampaknya bisa panjang, mulai dari menurunnya kepercayaan diri hingga gangguan psikologis serius,” tegas Jamhur, Senin (27/04/2026).

Menurutnya, penanganan kasus perundungan harus mengedepankan ketegasan, transparansi, dan keadilan. Sekolah yang terbukti lalai didorong untuk:

Melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan perlindungan maksimal kepada korban, baik secara fisik maupun psikologis.

Membina pelaku melalui pendekatan edukatif, namun tetap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum jika kasusnya mengarah pada tindak pidana.

Lebih jauh, Jamhur menekankan pentingnya pencegahan struktural. Setiap sekolah diminta membentuk Tim Anti-Bullying atau Satuan Tugas (Satgas) Sekolah Ramah Anak.

“Satgas itu harus memiliki SOP penanganan kasus dan kanal pengaduan yang aman bagi siswa. Jangan sampai korban justru takut melapor,” ujarnya.

Dewan Pendidikan juga merekomendasikan pendampingan psikososial bagi korban melalui konseling dan trauma healing, sementara pelaku mendapatkan pembinaan karakter dengan melibatkan orang tua.

Peran guru juga menjadi sorotan. Jamhur meminta para pendidik lebih aktif mengawasi area rawan seperti lingkungan bermain dan jam istirahat, serta mampu mendeteksi dini potensi bullying.

Dalam jangka panjang, integrasi nilai empati, toleransi, dan etika pergaulan harus masuk dalam pembelajaran dan ekstrakurikuler. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat pun wajib diperkuat melalui forum komunikasi berkelanjutan.

Sebagai langkah strategis, Dewan Pendidikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala, sekaligus menyusun database kasus bullying di Kabupaten Sumbawa.

“Sekolah harus menjadi tempat yang melindungi, bukan justru melukai,” pungkas Jamhur Husain, B.Sc. (**)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez