60 Persen Pelaku UMKM adalah Perempuan, Bupati Jarot : Jadikan IWAPI Rumah Kolaborasi

3 menit membaca
Sahril
Bisnis, Pemerintahan - 06 Agu 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Suasana Ballroom La Grande Sumbawa Grand Hotel terasa berbeda, Kamis (06/08/2026). Di tengah gemerlap acara Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Sumbawa Periode 2026–2031, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melontarkan seruan yang menggetarkan.

“Setiap usaha besar yang kita kenal hari ini, dulunya juga dimulai dari langkah kecil. Yang membedakan hanyalah siapa yang terus bertahan dan terus belajar,” ujar Bupati di hadapan seluruh pengurus yang baru dilantik, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pelaku usaha dan akademisi yang memenuhi ruangan.

Bupati menegaskan bahwa amanah yang diemban para pengurus baru bukanlah sekadar jabatan organisasi, melainkan kepercayaan besar untuk menghadirkan manfaat nyata bagi perempuan, dunia usaha, dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Perempuan adalah Tulang Punggung Ekonomi

Dalam sambutannya yang menginspirasi, Bupati Syarafuddin Jarot memaparkan data mengejutkan tentang peran vital perempuan dalam perekonomian. Secara nasional, lebih dari 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan—sekitar 37 juta jiwa. Lebih dari itu, hampir 97 persen tenaga kerja nasional terserap di sektor UMKM.

“Hampir di setiap sudut Kabupaten Sumbawa kita menemukan perempuan yang sedang berusaha. Ada yang mengolah pangan lokal, membuka warung, membuat kue, memproduksi kerajinan, tenun, hingga memanfaatkan media digital untuk memasarkan produknya. Dari usaha-usaha kecil itulah keluarga dapat hidup lebih baik dan masyarakat sekitar ikut memperoleh pekerjaan,” ungkapnya.

Bupati pun menegaskan bahwa usaha kecil tidak boleh dipandang sebelah mata. Justru dari sektor UMKM inilah fondasi perekonomian daerah dibangun.

IWAPI Bukan Sekadar Seremonial

Dengan tegas, Bupati mengingatkan bahwa IWAPI—yang merupakan organisasi perempuan pengusaha terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara—harus bergerak jauh lebih dari sekadar rapat dan seremonial.

“Saya berharap IWAPI tidak hanya menjadi organisasi yang sibuk dengan rapat dan seremonial. IWAPI harus menjadi rumah belajar, rumah kolaborasi, rumah inovasi, sekaligus rumah pendampingan agar UMKM benar-benar naik kelas,” katanya.

Menurutnya, kalau ekonomi daerah ingin tumbuh, maka perempuan pengusaha harus tumbuh. Kalau UMKM ingin naik kelas, maka perempuan harus diberi ruang untuk berkembang.

Potensi Besar Sumbawa Menunggu Sentuhan Perempuan

Bupati juga menyoroti kekayaan alam Sumbawa yang melimpah—mulai dari tenun khas Sumbawa, madu hutan, kopi Batu Lanteh, hasil perikanan, jagung, sapi, hingga produk ekonomi kreatif. Namun, tantangan ke depan bukan lagi sekadar menghasilkan produk, tetapi bagaimana meningkatkan nilai tambah melalui inovasi, kemasan menarik, kualitas konsisten, pemasaran digital, hingga mampu menembus pasar nasional dan internasional.

“Pemerintah memiliki regulasi, dunia usaha memiliki inovasi, akademisi memiliki ilmu, perbankan memiliki pembiayaan, media memiliki ruang publikasi, dan organisasi seperti IWAPI memiliki jaringan yang mampu menyatukan semuanya. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin ekonomi Kabupaten Sumbawa akan melangkah jauh lebih cepat,” tegasnya.

Komitmen Pemerintah: Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera

Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjut Bupati, terus berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai program pembangunan yang sejalan dengan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. Penguatan UMKM, ekonomi kreatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi pelayanan, hingga kemudahan berusaha menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh perempuan pengusaha agar terus berani bermimpi besar, tidak takut memulai usaha, serta terus belajar menghadapi tantangan zaman.

Pelantikan DPC IWAPI Kabupaten Sumbawa Periode 2026–2031 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan dunia usaha dalam mendorong lahirnya lebih banyak perempuan pengusaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing—sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan menuju Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez