Kunjungi SMPN 2 Sumbawa, Syamsul Hidayat Pastikan KBM dan Sabtu Budaya Berjalan Baik

4 menit membaca
Sahril
Pemerintahan, POLITIK - 17 Okt 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Syamsul Hidayat, SE., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke SMPN 2 Sumbawa pada Sabtu (17/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan baik dan lancar, sekaligus meninjau pelaksanaan program Sabtu Budaya yang telah lama diterapkan di sekolah tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan kunjungan ke SMPN 2 Sumbawa dalam rangka memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik dan lancar serta memastikan program Sabtu Budaya, kegiatan rutin sekolah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk melestarikan kearifan lokal dan memperkuat karakter pelajar,” jelas Dayat, sapaan akrab politisi senior PAN Sumbawa, kepada Nuansantb.

Menurut Dayat, kunjungan ini merupakan bagian dari peran Anggota DPRD Sumbawa, terutama Komisi IV, dalam melakukan pengawasan dan juga sebagai mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Komisi IV DPRD Sumbawa merupakan mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sehingga peran kami untuk memastikan setiap program Dinas di sekolah berjalan lancar, proses belajar mengajar baik, termasuk pemerataan guru di setiap sekolah menjadi bagian dari pemantauan kami,” ujar Dayat.

Lebih lanjut, Dayat menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari peran utama yang dilakukan Komisi IV DPRD Sumbawa untuk sekolah-sekolah.

Pertama, pengawasan dan penanganan kasus di sekolah. Komisi IV aktif menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dan turun langsung ke lapangan untuk menyikapi masalah di sekolah, seperti menyoroti dan mendesak penanganan kasus perundungan (bullying) di satuan pendidikan serta mengawal pengembalian uang tabungan siswa yang bermasalah.

Kedua, mendorong peningkatan sarana dan prasarana (Sarpras). Melalui fungsi anggaran dan penyerapan aspirasi (pokir dewan), anggota Komisi IV mendorong perbaikan serta pembangunan infrastruktur gedung sekolah yang rusak atau belum layak agar tidak ada lagi sekolah yang berjalan “apa adanya”.

Ketiga, evaluasi kebijakan pendidikan daerah. Komisi IV dapat mengevaluasi kebijakan pemerintah daerah seperti pemerataan penempatan guru, pengisian kekosongan kepala sekolah, kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga kajian terhadap rencana penggabungan (merger) sekolah.

Keempat, sinergi dengan lembaga pendidikan. Komisi IV memperkuat kerja sama dengan mitra kerja seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa serta Dewan Pendidikan untuk memetakan ketimpangan fasilitas dan mutu pembelajaran.

Kelima, mendorong program anti-bullying dan karakter. Komisi IV mendesak setiap sekolah agar memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bullying yang jelas, membentuk tim konseling psikologis siswa, serta mendukung kegiatan positif dan kreativitas siswa seperti yang didukung oleh Anggota Komisi IV Syamsul Hidayat di sekolah-sekolah.

Keenam, inisiasi peraturan daerah (Ranperda). Komisi IV mengusulkan dan merancang regulasi daerah yang berpihak pada pendidikan dan pembentukan akhlak siswa, seperti Ranperda literasi keagamaan dan ekstrakurikuler baca tulis Al-Qur’an (BTQ) serta Pemajuan Kebudayaan Sumbawa.

“Dalam pantau kami di lapangan dalam hal ini di SMPN 2 Sumbawa, Program Sabtu Budaya berjalan baik dan lancar, begitu juga dengan belajar mengajar. Sekolah juga menerapkan SOP anti-bullying dan inilah yang menjadi pokok kami turun memastikan secara langsung di sekolah-sekolah,” tegas Dayat.

Mengingat strategisnya keberadaan SMPN 2 Sumbawa, Dayat mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Bagian Aset agar dapat memperluas lokasi sekolah dengan melakukan lobi kepada pemilik bangunan kosong yang ada di sekitar SMPN 2 agar ruang kelas dapat ditambah.

“Łokasi SMPN 2 Sumbawa ini sangat strategis, kami di komisi IV mendorong agar dilakukan perluasan dan menambah ruang kelas. Di samping sekolah masih ada bangunan yang kosong tanpa penghuni, mungkin Dikbud bersama DPUPR Bidang Bangunan Gedung dan Jasa Konstruksi serta Bagian Aset dapat meninjau langsung dan menyampaikan ke Pak Bupati terkait hal tersebut,” terang Dayat.

Kunjungan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala SMPN 2 Sumbawa menyampaikan terima kasih atas perhatian Komisi IV DPRD Sumbawa yang telah meninjau langsung pelaksanaan KBM dan program Sabtu Budaya. Menurutnya, dukungan legislatif sangat berarti bagi pengembangan mutu pendidikan dan pembentukan karakter siswa di sekolah.

Dayat berharap, melalui kunjungan ini, sinergi antara DPRD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta sekolah semakin kuat. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pendidikan yang berpihak pada siswa, guru, dan masyarakat.

“Kami akan terus memastikan setiap program pendidikan berjalan sesuai rencana, termasuk pemerataan guru dan peningkatan sarana prasarana. Pendidikan adalah investasi masa depan, sehingga pengawasan dan dukungan anggaran harus tepat sasaran,” pungkasnya.

Dengan adanya kunjungan kerja ini, diharapkan SMPN 2 Sumbawa dan sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumbawa dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran, melestarikan kearifan lokal melalui Sabtu Budaya, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. (Ril)

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez