Rotasi Strategis TNI: Prabowo Lantik Tandyo Budi Jadi KSAD, Maruli Simanjuntak Wakil Panglima TNI

3 menit membaca
Sahril
Headline News, NASIONAL - 18 Okt 2026

Jakarta, Nuansantb.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pelantikan tersebut disaksikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan sejumlah pejabat tinggi negara. Rotasi ini merupakan bagian dari penataan jabatan strategis di lingkungan TNI.

Dalam pelantikan itu, Jenderal TNI Tandyo Budi R yang sebelumnya menjabat Wakil Panglima TNI dilantik menjadi KSAD. Sementara itu, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat KSAD dilantik menjadi Wakil Panglima TNI. Selain menjabat Wakil Panglima TNI, Maruli Simanjuntak juga dipercaya merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Nasional Perbatasan dan Daerah Terpencil. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 105 dan 106/TNI Tahun 2026.

Presiden Prabowo Subianto dalam amanatnya menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari penataan organisasi TNI untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. Menurut Kepala Negara, rotasi jabatan strategis bukan sekadar pergantian personel, melainkan upaya memperkuat soliditas, profesionalisme, dan kesiapan TNI dalam menjalankan tugas konstitusional.

“Rotasi ini bukan sekadar pergantian pejabat, tetapi penataan organisasi agar TNI semakin solid, profesional, dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Presiden juga menekankan pentingnya sinergi antara Markas Besar TNI dan ketiga matra. Ia berharap para pejabat yang dilantik segera menyesuaikan diri, memperkuat koordinasi, serta menjaga netralitas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap TNI harus terus dijaga melalui kinerja nyata, disiplin, dan dedikasi tinggi.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto turut menghadiri pelantikan tersebut. Kehadiran Panglima TNI dinilai menunjukkan dukungan penuh terhadap proses rotasi jabatan yang telah ditetapkan Presiden. Dalam lingkungan TNI, rotasi merupakan hal biasa sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, dan pemerataan pengalaman kepemimpinan.

Pengamat militer menilai pergantian posisi Wakil Panglima TNI dan KSAD memiliki arti penting bagi konsolidasi internal TNI. Kolaborasi antara Wakil Panglima TNI yang kini dijabat Maruli Simanjuntak dan KSAD yang dijabat Tandyo Budi R diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi serta memperkuat perencanaan strategis, terutama dalam bidang pertahanan darat dan pengelolaan wilayah perbatasan.

Dengan rangkap jabatan Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Badan Nasional Perbatasan dan Daerah Terpencil, pemerintah menaruh perhatian besar pada pembangunan dan pengamanan kawasan perbatasan. Sinergi antara TNI dan lembaga tersebut diharapkan mempercepat penanganan persoalan di daerah terpencil, memperkuat kedaulatan wilayah, dan mendukung kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa setiap pejabat baru membawa tanggung jawab besar untuk menerjemahkan kebijakan pertahanan negara menjadi langkah operasional yang terukur. Menurutnya, TNI harus tetap hadir di tengah masyarakat, menjaga stabilitas nasional, dan menjadi benteng kedaulatan negara.

Secara keseluruhan, pelantikan ini menjadi bagian dari sejarah militer Indonesia dalam menjaga regenerasi kepemimpinan. Publik kini menantikan langkah konkret para pejabat baru dalam memperkuat pertahanan negara, meningkatkan profesionalisme prajurit, dan memastikan TNI tetap dekat dengan rakyat. (Ch)

Editor: Redaksi Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez