Oplus_16908288SUMBAWA, Nuansantb – Kabar gembira bagi pasien rujukan dari Pulau Sumbawa yang harus menjalani perawatan panjang di RSUP Provinsi NTB di Mataram.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa bersama organisasi kemanusiaan NTBCare akan segera merealisasikan pembangunan rumah singgah berfasilitas lengkap di Kota Mataram, mengakhiri kondisi tidak nyaman selama ini di mana banyak pasien dan keluarga harus tinggal di tempat seadanya.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan komitmen pemkab dalam program sosial ini. “Ini adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian kami terhadap warga Sumbawa yang berjuang melawan penyakit di Mataram. Bupati telah menyetujui penuh, dan kita akan percepat realisasinya agar bisa digunakan sebelum akhir 2025. Kenyamanan dan dukungan bagi pasien serta keluarga adalah prioritas,” ujar Wabup Ansori, Kamis (02/10/2025).
Rumah singgah ini dirancang khusus untuk menampung pasien rujukan dan pendampingnya yang kerap menjalani perawatan berbulan-bulan. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga dilengkapi dengan Wi-Fi gratis untuk mendukung komunikasi dan kebutuhan informasi keluarga.
“Selama ini, penghuni rumah singgah tidak layak di sekitar RSUP NTB mayoritas berasal dari Sumbawa, Dompu, dan Bima. Dengan adanya rumah singgah representatif ini, masyarakat Sumbawa khususnya bisa tinggal lebih nyaman dan fokus mendampingi keluarga yang sedang berobat,” jelas perwakilan NTBCare, Yuni Bourhany.
Kapasitas rumah singgah ini diperkirakan untuk sekitar 10 orang dengan sistem rolling, memastikan tempat selalu tersedia bagi yang paling membutuhkan. Lebih dari sekadar tempat tinggal, NTBCare juga akan menyiapkan relawan untuk pendampingan menyeluruh.
“Kami akan bantu dari pengurusan administrasi rumah sakit hingga pendampingan komunikasi, terutama untuk warga dari daerah terpencil. Dengan adanya rumah singgah ini, masyarakat tidak akan bingung lagi dan bisa lebih tenang selama proses pengobatan,” tambah Yuni.
Kehadiran rumah singgah ini diharapkan menjadi pionir bagi kabupaten lain. Saat ini, fasilitas serupa baru disediakan oleh pemda Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Kota Bima.
“Keberadaan rumah singgah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun harapan dan semangat juang bagi para pasien dan keluarganya. Ini adalah investasi sosial yang sangat bernilai,” pungkas Wabup Ansori.
Dengan kolaborasi strategis ini, perjuangan panjang pasien rujukan dari Sumbawa di ibu kota provinsi akan mendapatkan “rumah” kedua yang penuh dukungan dan kenyamanan.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar