
Sumbawa, Nuansantb.id – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov, menegaskan komitmen penuh lembaganya untuk mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melakukan penanganan sampah yang lebih maksimal dan inovatif.
Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara bersama Nuansantb, Jumat (14/11/2025), menyusul keluhan masyarakat yang semakin mengemuka, termasuk satu kasus viral di media sosial.
Takdir menekankan bahwa isu kebersihan lingkungan adalah persoalan mendasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. “Kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah hajat hidup kita sehari-hari. Tentu kami sebagai lembaga DPRD akan mensupport dan mendorong pemerintah agar benar-benar maksimal, agar Adipura yang sudah kita dapat itu tahun ini kita dapat lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penghargaan Adipura tidak boleh sekadar menjadi seremonial belaka. “Harapannya, Adipura benar-benar mencerminkan kondisi kota yang tetap indah, bersih, sehat, dan lingkungan yang terjaga,” tegas politisi PKS tersebut.
Secara spesifik, Komisi IV menyoroti kasus viral yang ramai diperbincangkan di media sosial dan grup WhatsApp, yaitu keluhan para siswa MTs di Sumbawa akibat bau menyengat dari tumpukan sampah di dekat madrasah mereka. Lokasi yang menyerupai rawa-rawa dan diduga bukan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) resmi ini menjadi contoh nyata dari pembuangan sampah sembarangan.
“Bau yang menyengat masuk ke madrasah itu yang satu persoalan,” kata Takdir, yang juga mengonfirmasi adanya titik-titik penumpukan sampah serupa di kawasan PPN dan beberapa Sekolah Dasar (SD).
Menurut analisanya, akar persoalan ini adalah pada keterbatasan armada pengangkut sampah. “Jika pengangkutan menggunakan kendaraan roda tiga terhambat, sampah akan menumpuk dan berpotensi dibuang langsung ke selokan atau sungai, yang akhirnya mencemari lingkungan,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah sistemik ini, Komisi IV mendesak Pemkab Sumbawa untuk tidak hanya mengandalkan program gotong royong, tetapi juga melakukan terobosan dan inovasi. Beberapa rekomendasi konkret yang diajukan antara lain:
Pemanfaatan Sampah Organik: Mengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk cair, serta memanfaatkan sisa makanan untuk pakan ternak.
Sistem Pengelolaan Terpadu: Mengaktifkan kembali Bank Sampah dan memberikan apresiasi kepada kelompok masyarakat yang telah melakukan inisiatif seperti ‘jemput sampah’ atau ‘sedekah sampah’.
Takdir menekankan, kesuksesan program ini sangat bergantung pada kesiapan aspek manajerial dan partisipatif dari pemerintah. “Diperlukan Penyiapan SDM yang memadai, penyusunan dan penegakan regulasi yang mendukung, serta peningkatan koordinasi dan kolaborasi antarinstansi,” pungkasnya.
Komisi IV berharap langkah-langkah strategis ini dapat segera diimplementasikan untuk mengatasi kendala armada dan memastikan jadwal pengangkutan sampah yang teratur, sehingga masalah seperti yang dialami oleh siswa-siswi MTs tersebut tidak terulang kembali di masa depan.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar