PKS Sumbawa Apresiasi Safari Tanam Pohon Jarot-Ansori, Ingatkan: “Jangan Cuma Tanam, Tumbuhkan dan Jaga!”

3 menit membaca
Sahril
Headline News, POLITIK - 08 Jan 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Gerakan safari penanaman pohon yang masif digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori, (Jarot-Ansori) terus menjangkau berbagai wilayah hingga ke tingkat desa.

Gelombang hijau ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, sekaligus diiringi harapan agar aksi nyata tersebut berkelanjutan dan membuahkan hasil konkret.

Muhammad Fauzi, S.Ap., Sekretaris Umum Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sumbawa, menyampaikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap gerakan tersebut. Ia menekankan bahwa esensi dari penanaman adalah pertumbuhan pohon itu sendiri.

“Kami apresiasi langkah Bupati Sumbawa yang turun langsung memimpin gerakan safari menanam pohon, energi positif terhadap semangat perbaikan terhadap kerusakan lingkungan dan alih fungsi kawasan hutan kita,” ujar Fauzi, Kamis (08/01/2026).

Namun, politisi muda asal Tolo’oi itu mengingatkan bahwa gerakan menanam pohon bukanlah hal baru di Bumi Samawa. Menurutnya, program serupa telah sering dilakukan pada awal musim hujan sejak era pemerintahan sebelumnya.

“Yang belum muncul sebetulnya adalah gerakan menumbuhkan dan menjaga tanaman atau pohon yang sudah ditanam. Ini memerlukan strategi dan kebijakan yang linier untuk keberlangsungan gerakan ini,” tegas Fauzi.

Lebih lanjut, ia memberikan analogi yang gamblang. “Kalau hanya tanam dan tidak dijaga serta dirawat dengan kebijakan agar bisa tumbuh menjulang seperti apa yang diharapkan, maka ini perbuatan sia-sia,” jelasnya.

Oleh karena itu, di tengah apresiasi terhadap safari penanaman sebagai respons terhadap krisis iklim, Fauzi menyuarakan harapan yang mendasar. “Kami berharap Bupati Sumbawa tidak hanya safari menanam pohon saja, tapi juga safari ‘menumbuhkan’ pohon. Itu tidak kalah penting,” tuturnya.

Harapan tersebut diterjemahkan dalam permintaan akan adanya dukungan kebijakan yang konkret dari pemerintah daerah. Kebijakan ini, menurutnya, sangat krusial untuk melindungi bibit-bibit yang sudah ditanam dari berbagai ancaman.

“Kami berharap ada suport kebijakan agar pohon yang ditanam bisa tumbuh dan tidak diganggu, baik oleh manusia ataupun oleh hewan,” pungkas Sekum DPD PKS Sumbawa.

Pernyataan Fauzi ini menyoroti sebuah tantangan klasik dalam banyak gerakan penghijauan: tingginya angka penanaman tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat keberlangsungan hidup (survival rate) pohon. Faktor perawatan pasca-tanam, seperti penyiraman di musim kemarau, proteksi dari ternak, hingga pemantauan berkala, seringkali menjadi titik lemah.

Safari penanaman pohon Jarot-Ansori yang gencar dilakukan ke pelosok desa menunjukkan komitmen politik dan kesadaran lingkungan yang tinggi dari pimpinan daerah. Langkah ini patut didukung secara luas oleh seluruh elemen masyarakat. Namun, catatan dari PKS Sumbawa ini mengingatkan semua pihak bahwa pekerjaan sesungguhnya dimulai setelah bibit masuk ke dalam tanah.

Keberhasilan gerakan ini kelak bukan hanya akan diukur dari jumlah bibit yang ditanam atau banyaknya lokasi yang dikunjungi, tetapi dari seberapa banyak pohon yang berhasil tumbuh besar, menghijaukan lingkungan, menyimpan air, dan memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi masyarakat Sumbawa. Kolaborasi antara pemerintah, partai politik, organisasi masyarakat, dan warga dalam fase ‘menumbuhkan’ inilah yang akan menentukan apakah gerakan hijau ini sekadar seremoni atau benar-benar menjadi legacy berharga untuk masa depan Bumi Samawa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez