
Sumbawa, Nuansantb id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori mendapatkan apresiasi tinggi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) atas capaian pembangunan dalam kurun waktu setahun. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH., MH., saat mendampingi Bupati meresmikan sejumlah proyek strategis dalam rangkaian peringatan Hari Jadi (HUT) Kabupaten Sumbawa ke-67, Selasa (20/01/2026).
Acara yang berlangsung di halaman RSUD Sumbawa, Sering, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Wakil Ketua II DPRD Gitta Liesbano, SH, M.Kn., serta mantan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, menjadi momentum spesial untuk mengevaluasi sekaligus merayakan kemajuan pembangunan daerah di awal tahun 2026.
Kepada Nuansantb, Zulfikar yang akrab disapa Bang Fikar ini menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang diawasi langsung oleh legislatif. Ia secara khusus menyambut positif kinerja pengadaan barang dan jasa pemerintah tahun 2025 yang meraih Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) sebesar 82,19 dengan predikat “Baik”.
“Kami di lembaga legislatif melihat ini sebagai langkah maju. Angka investasi pembangunan sebesar 146,8 miliar rupiah melalui berbagai paket pengadaan menunjukkan transparansi dan tanggung jawab pemerintah daerah. Peresmian hari ini adalah bukti dari kerja kolektif dan kesabaran kita semua dalam membangun daerah,” tegas politisi muda Partai NasDem.
Bang Fikar menyoroti peresmian dua gedung utama di RSUD Sumbawa, yakni Gedung C dan Gedung H, sebagai bukti nyata komitmen pemerintahan Jarot-Ansori. Gedung C yang dilengkapi dengan teknologi modern dan sistem sensor, diharapkan dapat memperkuat layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), hingga fasilitas kateterisasi jantung (Cath Lab). Sementara itu, kehadiran Gedung H merupakan respons konkret terhadap tingginya angka masalah kesehatan jiwa di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Gedung H adalah bentuk kepedulian negara dalam menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang lebih manusiawi. Ini selaras dengan visi perlindungan sosial yang kami dorong di DPRD,” jelasnya.
Lebih dari itu, Fikar menekankan bahwa capaian pembangunan tidak hanya berfokus pada satu sektor. Ia merinci sejumlah infrastruktur strategis lain yang turut diresmikan pada hari yang sama, mencakup Gedung Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) yang berfungsi sebagai ‘Rumah Aman’, Gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumbawa.
“Kemudian, Rumah Dinas Kejari Sumbawa, rehabilitasi gedung Pengadilan Negeri, dan pembangunan Makodim Sumbawa juga turut kami resmikan. Ini menunjukkan pembangunan yang komprehensif untuk mendukung kinerja seluruh pilar pemerintahan dan keamanan,” paparnya.
Di sektor ruang publik, peresmian Taman Simpang Sabalong Samalewa serta penataan berbagai fasilitas umum mendapat pujian. Fikar menilai bahwa pembangunan fisik harus sejalan dengan peningkatan kualitas hidup dan identitas kota.
“Penataan Simpang Sabalong Samalewa, taman kerato yang multifungsi, hingga rencana Sumbawa Convention Hall menunjukkan arah pembangunan yang modern namun tetap menjaga identitas daerah. Kami di DPRD mendukung penuh transformasi fasilitas umum seperti lapangan sepak bola di kecamatan yang juga akan ditata lebih modern,” ungkapnya.
Ia juga menggarisbawahi komitmen berkelanjutan pemerintah daerah, salah satunya adalah penuntasan pembangunan jalan di wilayah selatan Sumbawa yang masuk dalam visi-misi Bupati.
Pesan untuk Keberlanjutan dan Pelayanan
Di akhir pernyataannya, Zulfikar Demitry berpesan agar semua aset pembangunan yang telah diresmikan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan maksimal untuk kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kemegahan infrastruktur harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan karena pembangunan seluruh gedung ini menggunakan uang rakyat dan harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan terbaik.
“Kemegahan bangunan tidak akan berarti apa-apa ketika kita tidak bisa menjaga dan merawatnya dengan baik, begitu juga dengan kualitas pelayanan. Semua gedung publik ini tentunya kita persembahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa agar dapat terlayani dengan baik dan maksimal. Sebab, semua anggaran yang digunakan untuk membangun gedung megah ini berasal dari rakyat dan tentu harus kembali kepada rakyat. Uang rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk pelayanan terbaik,,” pungkasnya.
Peresmian serangkaian proyek strategis ini tidak hanya menjadi penanda capaian satu tahun kepemimpinan, tetapi juga menjadi fondasi dan komitmen kuat untuk percepatan pembangunan Kabupaten Sumbawa menuju kesejahteraan yang lebih merata di tahun-tahun mendatang.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar