Serap Puluhan Aspirasi Warga, Syamsul Hidayat: Banyak PR Pemda dari Infrastruktur hingga Ekonomi

3 menit membaca
Sahril
Headline News, POLITIK - 12 Feb 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Memasuki masa sidang pertama Tahun Anggaran 2026, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Syamsul Hidayat, SE, M.Si, memulai rangkaian kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) II.

Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) ini akan menjalankan reses selama empat hari, terhitung sejak Selasa (10/2) hingga Jumat (13/2/2026), menyambangi delapan kecamatan yakni Lape, Lopok, Lantung, Ropang, Moyo Hulu, Lenangguar, Orong Telu, dan Lunyuk.

“Hari ini Alhamdulillah kita memulai kegiatan reses perdana masa sidang 1 tahun 2026. Ini adalah momentum untuk turun langsung, bertatap muka, dan mendengar secara langsung denyut nadi masyarakat di Dapil II,” ujar Syamsul Hidayat yang akrab disapa Dayat, Kamis (12/02/2026).

Politisi yang juga menjabat sebagai Penasehat Fraksi PAN DPRD Sumbawa ini menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan amanat undang-undang yang wajib dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politik wakil rakyat. Menurutnya, reses bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan antara rakyat dan pengambil kebijakan.

Deretan Aspirasi dari Akar Rumput

Sepanjang hari pertama reses yang dipusatkan di Dapil II Kabupaten Sumbawa ini, masyarakat menyampaikan puluhan poin aspirasi.

Bidang pendidikan menjadi sorotan utama. Warga mengusulkan rehabilitasi ruang kelas, pembangunan WC, serta tembok pagar belakang di beberapa SDN wilayah Dapil II.

Tidak hanya tingkat sekolah dasar, SMPN juga menjadi prioritas dengan usulan pembangunan panggung aksi, pembangunan WC, serta pemasangan paving blok di area lapangan sekolah.

“Fasilitas pendidikan yang memadai adalah hak anak-anak kita. Ini akan menjadi prioritas saya untuk diperjuangkan di Komisi,” tegas Dayat.

Sementara itu, di sektor infrastruktur jalan, masyarakat mendesak perbaikan Ruas jalan dibeberapa titik wilayah Dapil II, termasuk jalan Langam—Mamak yang menghubungkan tiga desa, yakni Desa Langam, Berora dan Mamak. Warga juga meminta pengerasan jalan sepanjang 412 meter di Dusun Ramolong, serta rehabilitasi drainase di lingkungan.

“Jalan ini adalah urat nadi ekonomi warga. Setiap hari dilalui untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Jika rusak, roda ekonomi ikut tersendat,” imbuh salah satu tokoh masyarakat.

Dukungan Ekonomi dan Sosial Budaya

Dibidang ekonomi, masyarakat mengusulkan bantuan dana hibah untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Bantuan serupa juga dimohonkan untuk kelompok tani ternak masyarakat dibeberapa Kecamatan.

Dari sisi sosial budaya, sejumlah kebutuhan mendasar turut mengemuka. Di beberapa SDN misalnya, membutuhkan laptop, printer, serta mebeler berupa kursi dan meja. Begitu juga SMPN mengajukan pengadaan sound system.

Tak ketinggalan, penggiat olahraga mengusulkan bantuan dana hibah untuk Sekolah Sepak Bola (SSB), serta dukungan bagi lembaga keagamaan TPQ di seluruh wilayah desa setempat.

“Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat dalam melihat keadaan lingkungannya. Mereka tidak diam, mereka berharap ada perubahan nyata menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Dayat.

Menanggapi deretan aspirasi tersebut, Syamsul Hidayat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai antusiasme masyarakat dalam menyampaikan pendapat adalah cerminan kedewasaan berdemokrasi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua usulan dapat langsung terealisasi secara simultan.

“Ini menjadi cambuk bagi pemerintah daerah. Artinya, masih banyak sekali pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan, baik di tingkat kecamatan, desa, sampai dusun, dari Infrastruktur hingga Ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat adalah sebuah keharusan,” papar legislator dari Dapil II ini.

Dayat menegaskan, seluruh aspirasi yang masuk telah dicatat secara sistematis dan akan menjadi basis perjuangannya selama lima tahun ke depan. Pihaknya akan menyuarakan usulan tersebut di rapat lintas komisi, internal fraksi, hingga pembahasan APBD di Paripurna.

“Semuanya tidak bisa serta-merta terealisasi serentak. Ada skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah. Namun akan terus mengawal, berkoordinasi dengan dinas teknis, dan memastikan suara warga Dapil II didengar di gedung DPRD dan juga oleh Pemerintah Daerah selaku eksekutor” pungkasnya.

Kegiatan reses akan berlanjut hingga ke enam kecamatan lainnya, dengan target menjaring aspirasi secara lebih luas dari seluruh konstituen di Dapil II Sumbawa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez