Wabup Ansori Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Brangkolong dan Muer

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 23 Feb 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, meninggalkan ruang kerjanya di akhir pekan untuk turun langsung ke tengah warga korban banjir bandang di Desa Brangkolong dan Desa Muer, Kecamatan Plampang, Minggu (22/02/2026).

Kedatangannya bukan sekadar seremoni, melainkan untuk memastikan respons bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

Banjir bandang yang melanda dua desa tersebut pada Sabtu (21/02/2026) sore hingga malam hari menjadi ujian berat bagi warga.

Hujan dengan intensitas luar biasa selama berjam-jam membuat sungai meluap, diperparah sedimentasi parah dan jebolnya tanggul di beberapa titik. Dalam sejarah terbaru, bencana ini disebut sebagai salah satu yang terbesar di wilayah Plampang.

Data sementara yang dihimpun di lokasi mencatat dampak yang cukup luas. Di Desa Brangkolong, sebanyak 94 kepala keluarga atau 253 jiwa terdampak langsung. Sementara di Desa Muer, 12 kepala keluarga dengan 40 jiwa turut merasakan ganasnya terjangan air. Pendataan masih terus dilakukan petugas karena kemungkinan masih ada warga yang belum terdata.

Didampingi Kepala Dinas Pangan, unsur Babinsa, serta para kepala desa setempat, Wabup Ansori menyusuri lokasi terdampak. Bantuan tahap awal langsung didistribusikan, berupa mie instan, air mineral, matras, dan telur. Namun baginya, barang bantuan hanyalah satu sisi. Yang lebih penting adalah memastikan warga tidak merasa sendirian.

“Saya minta semua bergerak cepat. Jangan biarkan warga kita menunggu terlalu lama. Hal-hal seperti ini harus kita tangani dengan respons darurat yang terpadu,” tegas Wabup Ansori saat berdialog dengan warga di lokasi pengungsian.

Di hadapan warga yang masih menyisakan trauma, pria yang akrab disapa H. Ansori ini menyampaikan empati mendalam. Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan berhenti pada bantuan awal. Langkah selanjutnya adalah koordinasi lintas sektor untuk menangani infrastruktur kritis.

“Kami di pemerintah daerah ikut prihatin. Ini musibah berat. Tapi kita harus bangkit. Kami akan upayakan maksimal agar kebutuhan dasar terpenuhi, dan yang tak kalah penting, penanganan infrastruktur seperti tanggul dan normalisasi sungai segera direncanakan,” ujarnya.

Kehadiran orang nomor dua di lingkup Pemkab Sumbawa itu mendapat sambutan hangat. Kepala Desa Brangkolong, H. Ahmad, mengaku terharu. Menurutnya, di tengah kesibukan, Wabup memilih berada di tengah warganya yang sedang susah.

“Ini bukan sekadar bantuan materi. Kehadiran beliau langsung di desa kami adalah energi besar. Warga merasa diperhatikan, merasa ada yang melindungi. Ini penyemangat luar biasa untuk bangkit kembali,” ungkap H. Ahmad.

Usai menyerahkan bantuan, Wabup Ansori tak langsung beranjak. Ia berjalan menuju titik-titik kritis, meninjau langsung tanggul yang jebol dan sedimentasi sungai yang disebut-sebut sebagai biang kerok meluasnya banjir. Di lokasi itu, ia berdiri cukup lama, berdialog dengan camat dan tenaga teknis.

Ke depan, pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi teknis komprehensif. Normalisasi alur sungai dan penguatan infrastruktur pengendali banjir akan menjadi prioritas. Sebab, menurutnya, bencana mungkin tak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa diperkecil dengan kesiapan dan infrastruktur yang memadai.

Penanganan darurat sendiri sejak awal telah melibatkan banyak unsur: BPBD Kabupaten Sumbawa, TNI/Polri, Damkar Plampang, Puskesmas, hingga relawan dan masyarakat. Semua bahu-membahu, memastikan dapur umum berjalan, evakuasi lancar, dan warga terdampak mendapatkan layanan kesehatan.

Di tengah lumpur dan sisa-sisa banjir, semangat gotong royong itu terus menyala. Dan dengan kepastian bahwa pemerintah hadir, warga Brangkolong dan Muer mulai menata kembali hidup mereka, satu langkah demi satu langkah.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez