Membangun Daerah Tak Bisa Sendiri! Bupati Jarot Tekankan Sinergi di Musrenbang NTB

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 17 Apr 2026

Mataram, Nuansantb.id – Di tengah hiruk-pikuk ruang rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2026, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP. Di hadapan Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf (Gus Eful), serta Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan pesan sentral: pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika semua pihak bergotong-royong.

“Dari forum ini, kita belajar bahwa membangun daerah tidak bisa sendiri. Harus saling terhubung, saling menguatkan, agar setiap program benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati Jarot seusai mengikuti musrenbang yang digelar di salah satu hotel utama Mataram, Kamis (16/04/2026).

Musrenbang Provinsi NTB kali ini berlangsung khidmat. Selain Bupati Jarot, hadir pula seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-NTB, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi, serta perwakilan kementerian terkait. Kehadiran Menteri Sosial Gus Eful menjadi sorotan, mengingat sinergi antara program nasional dan regional menjadi kunci dalam percepatan penanggulangan kemiskinan serta pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Bupati Jarot yang duduk berdampingan dengan para pejabat provinsi dan sejumlah bupati/wali kota tampak aktif mencatat dan sesekali memberikan pandangan. Baginya, Musrenbang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ajang untuk menyamakan persepsi, membuka ruang kolaborasi lintas daerah, dan memastikan kebijakan pusat benar-benar menyentuh akar masalah di desa-desa.

“Sumbawa punya potensi besar di sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata. Tapi tanpa konektivitas yang baik dengan provinsi dan pusat, potensi itu hanya akan menjadi angka di atas kertas. Kita butuh dukungan infrastruktur penghubung, bantuan teknis, serta kebijakan yang berpihak pada petani dan nelayan kecil,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Jarot juga menyempatkan diri berdialog dengan Menteri Sosial Gul Eful, para kepala desa dan perwakilan masyarakat sipil yang hadir. Ia mendengarkan langsung pemaparan Gus Eful dan juga keluhan soal akses jalan produksi, ketersediaan pupuk, hingga pendampingan usaha mikro dari para Kades.

“Saya tidak ingin hanya menjadi pembicara di atas panggung. Yang paling penting adalah bagaimana setelah musrenbang ini, ada tindak lanjut nyata. Minggu depan, saya akan minta OPD kami duduk bersama Dinas Provinsi untuk menyamakan Daftar Rencana Kegiatan,” janjinya.

“Kerja sama bukanlah pilihan, tetapi keharusan. Karena pada akhirnya, rakyatlah yang menunggu bukti, bukan janji,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Gus Eful mengapresiasi semangat kepala daerah seperti Bupati Jarot yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan modal sosial. “Bupati Sumbawa ini contoh pemimpin yang paham bahwa keberhasilan pembangunan diukur dari seberapa banyak masyarakat merasakan perubahan, bukan seberapa megah gedung yang dibangun,” ujar Gus Eful.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, juga menekankan pentingnya harmonisasi antara rencana kerja kabupaten/kota dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi. Menurutnya, Sumbawa sebagai salah satu kabupaten dengan luas wilayah terbesar di NTB memegang peran strategis dalam ketahanan pangan dan energi terbarukan.

“Pak Jarot sudah membuktikan bahwa dengan komunikasi yang intens dan program yang terukur, Sumbawa mampu menjadi lokomotif pertumbuhan di bagian timur NTB. Kami di provinsi akan terus mendukung,” tutur Gubernur Iqbal.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Muhamad Iqbal, menunaikan janji Politiknya, dimana 247 Desa di NTB, termasuk 31 di Kabupaten Sumbawa mendapat bantuan keuangan khusus melalui program Desa Berdaya Tahun Anggaran 2026.

Salah satu Desa yang mendapatkan bantuan senilai Rp. 300.000.000 yakni Desa Labuhan Burung untuk kategori Desa Tematik yaitu Desa Wisata, Desa Bersinar, Desa Buruh Migran Emas, Desa Konservasi dan Desa Mandiri.

Dengan berakhirnya musrenbang, seluruh kepala daerah kembali ke wilayahnya masing-masing membawa beban tanggung jawab yang sama: memastikan bahwa apa yang dirumuskan di Mataram benar-benar membawa perubahan di kampung-kampung. Dan bagi Bupati Jarot, itu adalah medan sesungguhnya yang tak pernah usai.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez