60 Tahun Tanpa Rehap, Wabup Ansori Minta Dinas Perjuangkan SMPN 2 Masuk Revitalisasi PSN

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 02 Jun 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Kondisi memprihatinkan SMP Negeri 2 Sumbawa yang telah berusia 60 tahun tanpa pernah direhab total menyita perhatian Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Dalam acara pelepasan siswa kelas IX di sekolah tersebut, Selasa (02/06/2026), orang nomor dua di lingkup Pemkab Sumbawa itu mengaku kaget melihat bangunan sekolah yang berada di pusat kota namun sarat dengan kerusakan.

“Usia sekolah ini sama dengan usia saya. Enam puluh tahun lalu seperti ini, sekarang masih seperti ini. Ada bambu-bambu, jendela rusak. Di tengah kota tapi bangunannya memprihatinkan,” ujar Wabup Ansori di hadapan para guru, wali murid, dan siswa.

Ia menegaskan, kondisi ini bukan semata kelalaian, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk segera diatasi. Oleh karena itu, Wabup Ansori meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa bersama pihak sekolah untuk segera mengusulkan revitalisasi melalui Program Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Siapa cepat dia dapat. Dapodik harus siap, terus komunikasi ke Jakarta. Jangan menunggu. Kita sudah pertemukan dengan staf khusus menteri, sekarang kejar terus,” tegasnya dengan nada keras.

Lebih dari sekadar infrastruktur, Wabup Ansori juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Ia meminta para guru agar tidak meninggalkan kelas kosong dan fokus mengajar tanpa kegiatan sambilan. Kepada wali murid, ia berpesan agar tidak lepas tangan begitu anak masuk sekolah. Komite sekolah diminta aktif membantu urusan sarana prasarana.

“Semua harus terlibat. Jangan ada yang merasa tidak bertanggung jawab,” pesannya.

Khusus kepada 150-an siswa kelas IX yang diwisuda, Wabup Ansori menyampaikan pesan motivasi. Pelepasan ini bukan akhir, melainkan awal menempuh kesuksesan. “Kalian adalah generasi emas 2045. Jangan minder karena berasal dari dusun. Gantungkan cita-cita setinggi langit, kerja keras, jangan lupa doa dan bakti kepada orang tua. Surga ada di telapak kaki ibu,” ucapnya haru.

Pernyataan Wabup Ansori disambut tepuk tangan meriah dari siswa dan orang tua. Salah satu wali murid, mengaku tersentuh dan berjanji akan lebih memperhatikan pendidikan anaknya di rumah. “Kami selama ini memang sering lepas tangan, pak. Terima kasih sudah diingatkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Sumbawa mengakui bangunan sekolah memang belum pernah direhab total sejak berdiri tahun 1966. “Kami sudah mengusulkan perbaikan berkali-kali, tapi belum terealisasi. Dengan adanya arahan Pak Wabup, kami akan segera menyiapkan dokumen Dapodik dan proposal ke pusat,” janjinya.

Di akhir sambutannya, Wabup Ansori menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa untuk mendampingi sekolah dalam penyusunan usulan PSN. Ia menargetkan dalam tahun anggaran 2027, revitalisasi SMPN 2 Sumbawa sudah masuk tahap tender. “Jangan sampai 60 tahun lagi, anak cucu kita masih belajar di sini dengan kondisi yang sama. Ini aib kita bersama,” pungkasnya.

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan pemberian cendera hati dari siswa kepada Wabup Ansori. Suasana haru bercampur optimisme mewarnai perpisahan itu, dengan tekad baru: pendidikan bukan hanya urusan guru, tapi gerakan semua pihak.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez