Tenggak Miras Demi Obati Sakit Hati !! Polisi Beri Pembinaan Humanis

3 menit membaca
Sahril
Headline News, Polri - 13 Okt 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Aksi Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar oleh Tim Patroli 8.0 Polres Sumbawa pada Senin malam (12/10/2026) di kawasan Pantai Saliper, Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, menyita perhatian publik. Bukan karena tindak kriminal berat, melainkan karena ditemukannya sekelompok remaja yang terjebak dalam lingkaran pergaulan negatif dengan dalih pelarian emosional.

Dalam patroli yang menyisir area pesisir tersebut, petugas mendapati sekelompok remaja yang sedang berkumpul di bawah gelapnya malam. Saat didekati, tercium aroma khas minuman beralkohol. Benar saja, mereka tengah menenggak minuman keras (miras) jenis arak yang dicampur dengan perasan jeruk nipis—kombinasi yang sering dianggap sebagai “penghangat” instan di kalangan anak muda.

Namun, di balik pelanggaran tersebut, tersimpan kisah pilu. Ketika diinterogasi secara santai dan persuasif oleh petugas, salah seorang remaja membuka suara. Dengan polos, ia mengaku nekat mengonsumsi miras lantaran tengah dilanda masalah patah hati. Ia merasa dunianya runtuh setelah mengetahui dirinya diselingkuhi oleh pasangannya. Alkohol, bagi remaja malang tersebut, dianggap sebagai satu-satunya pelarian untuk meredam gejolak emosi yang berkecamuk.

Menanggapi fenomena tersebut, Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH, SIK, melalui Kasat Samapta, AKP Awaluddin, S.AP., M.M.Inov., menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan pihaknya mengedepankan sisi humanis dan edukatif. Polisi tidak serta-merta melakukan tindakan represif, melainkan mengambil langkah pembinaan preventif.

“Anggota kami di lapangan memberikan edukasi serta peringatan yang sangat penting kepada para remaja tersebut. Kami sampaikan bahwa mereka memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai masa depan cerah itu rusak hanya karena terlibat masalah hukum akibat perilaku menyimpang,” ujar AKP Awaluddin saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).

AKP Awaluddin menambahkan, pihaknya juga memberikan motivasi kepada para remaja agar mengalihkan energi mereka ke kegiatan yang lebih positif. Polisi menyarankan agar mereka kembali fokus pada pendidikan sekolah, menekuni bidang seni, atau menyalurkan hobi di dunia olahraga. Menurutnya, kesibukan positif adalah kunci utama untuk menghindari jerat kenakalan remaja dan penyalahgunaan zat adiktif.

Sebagai bentuk pembinaan ringan dan efek jera yang mendidik, para remaja tersebut kemudian diminta melakukan hukuman fisik berupa push-up di tempat. Hukuman ini tidak dimaksudkan untuk mempermalukan, melainkan untuk menyadarkan mereka bahwa energi muda yang melimpah seharusnya disalurkan pada hal-hal yang membangun fisik dan mental, bukan justru dirusak oleh alkohol.

“Polres Sumbawa mengimbau masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan bersama-sama membimbing generasi muda menuju kegiatan yang bermanfaat. Peran orang tua sangat krusial dalam mengawasi pergaulan anak-anak kita,” tambahnya.

Peristiwa di Pantai Saliper ini menjadi cermin bahwa masalah kenakalan remaja seringkali berakar dari persoalan psikologis yang tidak tertangani dengan baik. Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom yang berusaha merangkul kembali generasi muda yang tersesat. Diharapkan, dengan pembinaan ini, para remaja tersebut dapat bangkit dari keterpurukan dan menyadari bahwa patah hati bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari pendewasaan diri.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez