Medan Rusak Parah, TNI-Polri Sinergi Bantu Gotong Warga Desa Marente yang Sakit

2 menit membaca
Sahril
Headline News, Polri - 21 Nov 2025

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Solidaritas dan kecepatan respon menjadi penentu dalam aksi evakuasi seorang warga sakit di Desa Marente, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, pada Kamis (20/11/2025).

Bhabinkamtibmas setempat, Brigadir Hirwandi, bersama Babinsa, Pemerintah Desa, dan puluhan warga bahu-membahu menandu Ibu Sanah (42) menuju rumahnya di Dusun Matemega/Lemede, setelah infrastruktur jalan yang rusak parah memutus akses kendaraan roda empat.

Aksi kemanusiaan ini bermula pukul 07.30 WITA, ketika tim gabungan bergerak menuju RSUP H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa untuk menjemput Ibu Sanah, istri dari Bapak Efendi. Pasien tersebut telah dirawat selama seminggu, namun karena kondisi yang tidak kunjung membaik, keluarga memutuskan untuk membawanya pulang.

Perjalanan pulang menantang dimulai saat tim tiba di jalur menuju dusun. Jalan berbatu, berlubang, dan rusak berat memaksa mereka mengandalkan tenaga manusia. Dengan menggunakan tandu, secara bergantian dan penuh kehati-hatian, mereka menempuh medan sulit sambil memastikan keselamatan dan kenyamanan pasien. Setelah perjuangan hampir tiga jam, Ibu Sanah akhirnya tiba di rumah dengan selamat pukul 10.30 WITA, disambut haru keluarga.

Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terbentuk dalam aksi ini.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas Brigadir Hirwandi dan Babinsa bersama Pemdes serta warga adalah bukti komitmen Polri untuk selalu dekat dan siaga membantu masyarakat dalam kondisi apa pun, sejalan dengan Program Quick Wins Presisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolres menyoroti persoalan infrastruktur yang menjadi tantangan dalam evakuasi. “Kami prihatin dengan kondisi jalan yang memaksa proses evakuasi harus dilakukan secara manual. Ini menjadi perhatian kita bersama,” tambahnya.

Aksi evakuasi ini tidak hanya sekadar memindahkan pasien, tetapi menjadi simbol nyata semangat kegotongroyongan yang masih hidup kukuh di tengah masyarakat. Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga ini menunjukkan bahwa di balik keterbatasan infrastruktur, kekuatan solidaritas sosial mampu menjadi penopang yang andal dalam meringankan beban sesama.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez