
Sumbawa, Nuansantb.id – Sebuah rumah yang juga berfungsi sebagai tempat usaha hangus dilalap si jago merah di kawasan Kota Sumbawa, tepatnya di RT 004 RW 001, samping Pasar Seketeng, Kelurahan Seketeng, pada Sabtu (03/01/2026) sekitar pukul 10.30 WITA.
Kebakaran diduga berawal dari selang kompor gas yang terlepas saat pemilik rumah tengah memasak di dapur. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sumbawa, Sahabuddin, S.Sos., M.Si., yang turun langsung ke lokasi, menjelaskan kronologinya. “Pemilik rumah sempat keluar dan lupa mematikan kompor gas. Api dari kebocoran itu dengan cepat membesar dan memicu kebakaran hebat,” jelasnya.
Mendapat laporan, pihak Damkar Kabupaten Sumbawa langsung mengerahkan empat armada ke lokasi. Petugas bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan pasar yang padat tersebut. Mereka sempat menghadapi kendala teknis dan harus berkoordinasi dengan PLN untuk memadamkan aliran listrik terlebih dahulu guna mencegah penyebaran api yang lebih luas.
“Pemadaman aliran listrik sangat penting dilakukan mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk dan dekat aktivitas perdagangan,” ujar Sahabuddin.
Upaya pemadaman yang intensif akhirnya membuahkan hasil. Api yang sempat membakar tiga ruangan usaha berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 11.56 WITA. Syukur, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa yang jatuh.
Namun, kerugian materiil yang diderita cukup besar, diperkirakan mencapai Rp 350 juta. Aset yang hangus terbakar meliputi 80% bangunan rumah beserta isinya, termasuk 1 unit sepeda motor, 3 unit lemari es, 5 unit dinamo, 1 kompresor, 8 tabung gas 3 kg, spring bed, kipas angin, serta berbagai peralatan dapur lainnya.
Kejadian ini juga sempat mengganggu lalu lintas di sekitar lokasi, menyebabkan kemacetan di perempatan Blok M dan perempatan Pasar Seketeng akibat aktivitas pemadaman dan kerumunan warga.
Sahabuddin kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari kompor gas. “Penting untuk selalu memastikan kondisi kompor dalam keadaan aman dan benar-benar mati sebelum ditinggalkan, terlebih di kondisi cuaca panas seperti sekarang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pendataan akhir kerugian dan penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak berwenang.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar