Intrupsi Tegas Dewan Sandi, Minta Prioritaskan Jalan Mantap 80 Persen Sesuai Janji Jarot-Ansori

3 menit membaca
Sahril
Headline News, POLITIK - 30 Mar 2026

Sumbawa, Nuansantb.id– Suasana sidang paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumbawa Tahun 2025 berlangsung dinamis. Sejumlah anggota dewan dari berbagai fraksi menyampaikan pandangan dan intrupsi (masukan) terhadap kinerja pemerintah daerah. Salah satu intrupsi yang paling menyita perhatian datang dari Anggota DPRD asal Fraksi Partai Gelora, Sandi, S.Pd., MM.

Dalam intrupsinya, politisi yang akrab disapa Sandi itu menyoroti secara tajam realisasi program unggulan yang dicanangkan oleh Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati, Jarot-Ansori. Ia secara tegas meminta agar janji politik terkait infrastruktur jalan, khususnya target “Jalan Mantap 80 Persen”, segera diwujudkan secara nyata di lapangan.

“Kami dari Fraksi Gelora meminta agar Program unggulan Pemerintahan Jarot-Ansori yakni Jalan Mantap 80 persen dapat diprioritaskan,” ujar Sandi dengan nada tegas di hadapan pimpinan sidang dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang turut hadir, Senin (30/03/2026).

Sandi menjelaskan bahwa infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Sumbawa. Menurutnya, tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk menunda-nunda pemenuhan kebutuhan dasar tersebut, mengingat program tersebut merupakan visi utama yang disampaikan kepada publik saat pilkada lalu.

Lebih lanjut, legislator yang dikenal vokal ini memberikan alternatif solusi jika pemerintah daerah terkendala oleh keterbatasan anggaran. Ia menekankan bahwa kondisi jalan yang rusak dan berlubang tidak boleh dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, sebab dengan kondisi jalan yang masih konidisi 30 persen mantap saat ini menjadi pembicaraan bagi rakyat dan menganggap pemerintah dan DPRD tidak bekerja meskipun keberhasilan di sektor lainnya membuahkan hasil.

“Jika memang anggaran belum memadai, minimal dapat dilakukan pengerasan menggunakan sertu (sirtu: pasir, batu, tanah) atau urukan di setiap jalan yang berlubang. Kondisi jalan yang rusak akan selalu menjadi pembicaraan masyarakat seolah Pemerintah dan DPRD tidak bekerja meski di sektor lainnya sukses,” tegasnya.

Menurut Sandi, langkah pengerasan sementara ini krusial untuk menjaga aksesibilitas masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha kecil yang aktivitas sehari-harinya sangat bergantung pada kelancaran distribusi barang dan mobilitas. Ia menilai bahwa menunggu anggaran besar untuk pengaspalan total seringkali membuat masyarakat harus bersabar terlalu lama dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.

“Saya minta Pak Bupati dan jajaran Dinas PUPR dapat menjadi perhatian serius kondisi jalan di kecamatan-kecamatan yang sudah mengelupas dan berlubang sebab ini sangat berbahaya bagi pengendara. Semoga dapat menjadi perhatian di tahun anggaran berikutnya,” imbuhnya.

Intrupsi yang disampaikan oleh anggota dewan asal dapil 1 Sumbawa, Moyo Hilir dan Moyo Utara ini merupakan suara rakyat yang dititipkan selaku wakilnya di DPRD. Harapannya penanganan infrastruktur jalan ini harus menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah daerah di tahun 2026 dan tahun mendatang.

Meski demikian, Sandi berharap intrupsi yang disampaikan Fraksi Gelora dapat menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa rakyat tidak bisa lagi menunggu. Jika pengaspalan dengan standar tinggi belum bisa dilakukan secara masif, maka penanganan darurat dengan pengerasan material sertu adalah keharusan yang tidak bisa ditawar.

“Kami tidak hanya bicara di sini. Kami akan terus melakukan pengawasan melekat selaku wakil rakyat di DPRD. Jangan sampai program unggulan yang menjadi harapan seluruh masyarakat Sumbawa ini hanya menjadi slogan semata,” pungkas Sandi menutup intrupsinya.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez