
Sumbawa, Nuansantb.id – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan pandangan kritis dan peringatan dini terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026.
Dalam Rapat Paripurna Kedua DPRD Sumbawa, fraksi ini menyoroti ancaman “shock fiskal” akibat penurunan drastis transfer pusat dan mendesak percepatan pembenahan infrastruktur pelayanan dasar di berbagai kecamatan.
Juru bicara Fraksi Golkar, Muhammad Zain, S.IP, dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD H.M. Berlian Rayes dan dihadiri Sekda Dr. H. Budi Prasetiyo, memaparkan analisis fiskal yang mengkhawatirkan. Transfer pusat diproyeksikan turun dari Rp 2,126 triliun (2025) menjadi Rp 1,568 triliun (2026), artinya daerah harus menanggung pemotongan anggaran sebesar Rp 558,283 miliar.
“Penurunan yang signifikan ini merupakan tantangan serius yang berpotensi menghambat pelayanan dasar kepada masyarakat jika tidak diantisipasi dengan strategi yang matang,” tegas Zain.
Strategi Antisipasi: Dari Digitalisasi Pajak hingga Optimalisasi Aset
Menghadapi ancaman defisit ini, Fraksi Golkar mendesak Pemerintah Daerah untuk segera merumuskan strategi adaptasi fiskal yang agresif. Langkah prioritas yang ditekankan adalah memperkuat diversifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami meminta pemerintah menjelaskan sektor PAD mana yang masih lemah dan rencana konkret untuk mengoptimalkannya, termasuk melalui digitalisasi perpajakan dan relokasi aset daerah yang ‘tidur’,” tutur Politisi asal Labangkar yang akrab disapa Rosi, Kamis (21/11/2025)
Fraksi Golkar juga mendorong efisiensi belanja, namun dengan penegasan bahwa alokasi untuk pendidikan dasar, infrastruktur pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan bagi desa dan kecamatan tidak boleh dikurangi.
Desakan Perbaikan Infrastruktur yang Mendesak
Di sektor belanja, Fraksi Golkar menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur krusial yang membutuhkan penanganan segera, di antaranya: Percepatan perbaikan jalan di kawasan Empang Bawa, Jotang, dan Ongko, serta ruas Labuhan Kuris–Trata dan Jembatan Kayu Madu.
Penanganan serius pada ruas jalan Lantung–Ropang yang rusak parah dan terancam memutus akses (mengisolasi) wilayah Ropang dan sekitarnya.
Penataan Pasar Utan, penanganan sampah, kerusakan hutan di sekitar Bendungan Bringin Sila, dan genangan air di ruas jalan negara sekitar Polsek dan Puskesmas Utan.
Dukungan untuk Game Changer Ekonomi: Dari AMNT hingga PSN
Fraksi Golkar juga mendorong langkah strategis dalam mengelola aktivitas PT. AMNT, dengan mendesak: Percepatan eksplorasi Blok Dodo–Rinti.
Peningkatan komitmen penyerapan tenaga kerja dan pengusaha lokal.
Pembangunan pabrik konsentrator di wilayah Dodo–Rinti yang dinilai bisa menjadi game changer bagi perekonomian masyarakat lingkar tambang.
Terkait program pusat, fraksi ini menekankan pentingnya manajemen yang serius untuk berbagai Program Strategis Nasional (PSN) seperti makan bergizi gratis, PKH, dan BPNT, dengan mendorong pembentukan desk koordinasi PSN di tingkat daerah.
Menutup pandangannya, Fraksi Golkar berharap seluruh masukan kritis ini dapat menjadi landasan untuk menyusun kebijakan pembangunan yang lebih efektif, berkeadilan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Sumbawa di tengah tantangan fiskal yang berat.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar