Pemkab Sumbawa Jelaskan Enam Arah Pengembangan Kawasan Strategis SAMOTA

2 menit membaca
Sahril
NASIONAL, Pemerintahan - 25 Jul 2026

Sumbawa, Nuansantb.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima kunjungan kerja tujuh Wakil Menteri Republik Indonesia dalam agenda strategis meninjau potensi Kawasan Strategis SAMOTA (Saleh–Moyo–Tambora), Jumat (24/07/2026).

Rombongan yang terdiri atas Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Wakil Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri HAM, Wakil Menteri UMKM, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini disambut Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori bersama Asisten II Setda Sumbawa Lalu Suharmaji ST dan beberapa kepala OPD di Istana Dalam Loka, sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan SAMOTA.

Di hadapan para wakil menteri, Lalu Suharmaji, ST menjelaskan bahwa pengembangan SAMOTA telah memiliki landasan hukum kuat melalui Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2024 tentang Kawasan Strategis SAMOTA. Kawasan yang meliputi Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora ini diproyeksikan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berkelanjutan di NTB.

Asisten II Setda Sumbawa ini menguraikan enam arah utama pengembangan kawasan. Pertama, pengembangan sektor pariwisata, industri, dan perikanan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Kedua, penguatan sistem pusat pelayanan kegiatan ekonomi yang terintegrasi dengan sistem prasarana wilayah guna meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik.

Ketiga, pengendalian dan pelestarian kawasan lindung serta cagar biosfer untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.

Keempat, pengembangan dan pengendalian kawasan budidaya dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Kelima, pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan partisipasi dalam pembangunan kawasan.

Keenam, penguatan mitigasi bencana dalam pemanfaatan ruang kawasan guna mewujudkan kawasan yang tangguh terhadap risiko bencana.

“Pengembangan kawasan ini didukung oleh lima pilar utama: Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Pelestarian Lingkungan, Pelestarian Budaya, Kesejahteraan Masyarakat, dan Kawasan Tangguh Bencana,” ujar Wabup Ansori.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengusung slogan “SAMOTA Maju, Lestari, dan Sejahtera” sebagai semangat pembangunan kawasan yang berkelanjutan. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Sumbawa untuk memperkenalkan kekayaan sumber daya alam dan peluang investasi yang diyakini mampu menjadikan SAMOTA sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez