
Sumbawa, Nuansantb.id – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Sandi, S.Pd., MM., menggelar kegiatan reses masa sidang II tahun 2026 yang digelar di rumah Gelora, Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Senin (20/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pengurus dan kader partai, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Pada kesempatan tersebut, Sandi menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional seluruh anggota DPRD Sumbawa yang diamanatkan undang-undang untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung. Ia menegaskan bahwa Fraksi Gelora hadir dengan pendekatan yang berbeda.
“Kami dari Fraksi Gelora sejauh ini tidak hanya datang duduk, diam, dan pulang saja di DPRD Sumbawa. Anggota Fraksi Gelora selalu menyuarakan apa yang menjadi persoalan masyarakat, baik itu infrastruktur, kelangkaan LPG, BPJS kesehatan, dan banyak lainnya,” tegas Sandi di hadapan para konstituen.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Sumbawa yang langsung bersinggungan dengan masalah kesehatan dan pendidikan, serta dipercaya sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar), Sandi mengaku memiliki pemahaman mendalam tentang kebijakan daerah. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi sebagai legislator baru. “Menjadi anggota DPRD baru satu tahun lebih, di tahun pertama kami tidak memiliki dana Pokir. Baru tahun 2026 ini diberikan, itu masih jauh di luar ekspektasi yang telah kami rencanakan dan janjikan kepada konstituen,” ungkapnya.
Meski demikian, Sandi berkomitmen mengalokasikan dana Pokir yang ada secara merata. “In Shaa Allah dana Pokir yang secuil ini akan kami ratakan kepada para konstituen yang telah memilih kami pada Pileg lalu. Dana ini bukan untuk pribadi, melainkan untuk kebersamaan, seperti untuk irigasi, perbaikan masjid, pengadaan pertanian, sekolah, dan lainnya,” janjinya.
Terkait evaluasi kinerja, Sandi menyampaikan pesan tegas dari Ketua DPD Gelora Sumbawa, H. Burhanuddin Jafar Salam, SH., MH. “Ketua DPD tegas mengatakan bahwa keanggotaan kami di DPRD Sumbawa akan dievaluasi apabila di Olat Rawa tidak ada perubahan. Kami tinggal di Olat Rawa, sehingga keberadaan kami di DPRD akan dipertaruhkan untuk perubahan di sana,” ujar Sandi.
Di setiap rapat paripurna dan rapat Banggar, Fraksi Gelora konsisten bersuara lantang. “Kami katakan bahwa masyarakat tidak memakan angka-angka. Yang dibutuhkan warga adalah jalan yang baik, kebutuhan pokok yang terjangkau, serta gas LPG yang tetap tersedia sesuai HET,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sandi memaparkan sejumlah program prioritas. Pertama, pemberian beasiswa kepada anak-anak pengurus DPD Gelora Sumbawa dan anak-anak tidak mampu lainnya yang sistemnya langsung ditransfer ke rekening mahasiswa melalui Bagian Kesra Kantor Bupati Sumbawa. Kedua, mengakomodir aspirasi masyarakat untuk majelis taklim, UMKM, serta memperjuangkan perbaikan jalan lingkungan.
Mengakhiri reses, Sandi memaparkan tantangan besar Gelora ke depan. “Tantangan Gelora yakni selain mempertahankan dan menambah kursi di DPRD, Gelora berikhtiar untuk merebut palu atau kursi pimpinan DPRD Sumbawa. Dengan ikhtiar dan dukungan masyarakat Kabupaten Sumbawa, In Shaa Allah Gelora di Pileg 2029 mendatang akan menambah kursi dan bisa merebut palu maupun kursi pimpinan DPRD Sumbawa dengan mulai merampungkan seluruh struktur hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” pungkas Sandi.
Ketua DPD Gelora Sumbawa, H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH, meminta agar Fraksi Gelora menginisiasi Perda LGBT dan Perda Retribusi Sarang burung walet untuk menambah PAD Sumbawa.
“LGBT di kabupaten sumbawa saat ini meresahkan dan sangat berbahaya melebihi narkoba, ilegal Logging yang harus disikapi dengan tegas oleh seluruh anggota DPRD dan eksekutif,” tegas BJS.
Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata komitmen Fraksi Gelora dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Sumbawa, tidak hanya di ruang sidang, tetapi juga melalui dialog langsung dengan masyarakat.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar