Apresiasi Peluncuran Kartu Sumbawa Pintar, Waka Zulfikar : Investasi Terbaik untuk Masa Depan

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan, POLITIK - 20 Jul 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen serius dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Hingga pertengahan 2026, sebanyak 459 mahasiswa telah tercatat sebagai penerima manfaat program beasiswa ini.

Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH., MH., memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran dan konsistensi program KSP yang merupakan salah satu janji politik Bupati Sumbawa. Program ini menjadi bagian dari 12 Program Unggulan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati, Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Drs. H Mohamad Ansori.

“Kami mengapresiasi komitmen Bupati Sumbawa dalam menunaikan janji politik salah satu program unggulan yakni Kartu Sumbawa Pintar untuk anak-anak kabupaten dalam meningkatkan SDM unggul,” ujar Zulfikar Demitry, Senin (20/07/2026).

Politisi muda Partai NasDem yang akrab disapa Ikang ini menegaskan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. “Saya meyakini bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan sebuah daerah adalah investasi pada sumber daya manusianya,” tegasnya.

Kartu Sumbawa Pintar yang digagas sejak tahun pertama pemerintahan Jarot-Ansori ini menjadi instrumen strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Sumbawa. Program ini menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma, strata, hingga pascasarjana. Sebagian besar penerima beasiswa tersebar dibeberapa perguruan tinggi lokal, yaitu Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Universitas Samawa (UNSA), Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) dan STIKES.

Selain beasiswa umum, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga memberikan perhatian khusus pada sektor strategis dengan mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar untuk mendukung 15 mahasiswa berprestasi di bidang Kedokteran dan Farmasi. Langkah ini diharapkan mampu mencetak tenaga medis dan farmasi berkualitas yang nantinya dapat kembali mengabdi di Kabupaten Sumbawa, menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan daerah.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari, menjelaskan bahwa anggaran Rp50 juta yang tercantum dalam laporan capaian program prioritas merupakan biaya pembuatan kartu KSP bagi 459 mahasiswa penerima manfaat. Kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi penerima bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa sekaligus memperkuat tata kelola program beasiswa agar lebih tertib, akuntabel, dan tepat sasaran.

Sebagai bagian dari DPRD, Zulfikar Demitry berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. “Harapannya, program ini semakin tepat sasaran, transparan, dan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak Sumbawa yang memiliki potensi namun menghadapi keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berencana memperluas jangkauan program KSP. Selain terus mendorong peningkatan jumlah penerima beasiswa umum, pemerintah juga menyiapkan program pendampingan bagi para lulusan KSP untuk dapat terserap di dunia kerja. Pemetaan kebutuhan tenaga kerja akan dilakukan guna memastikan para penerima beasiswa mendapatkan kesempatan berkontribusi bagi daerah setelah menyelesaikan studi.

Pendidikan adalah jalan menuju perubahan. Ketika akses pendidikan dibuka lebih luas, sesungguhnya sedang dibuka jalan bagi masa depan Sumbawa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. “Membangun Sumbawa dimulai dari membangun manusianya. Mari terus bergerak, karena setiap kesempatan belajar adalah harapan baru bagi Tana Samawa,” pungkas Zulfikar Demitry.

Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan dukungan penuh dari DPRD, program Kartu Sumbawa Pintar diharapkan terus berkembang dan semakin banyak mahasiswa asal Sumbawa yang memperoleh dukungan pendidikan melalui skema beasiswa daerah. Investasi pada SDM ini bukan hanya berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi hingga terciptanya multiplier effect bagi perekonomian daerah.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez