Pemkab Sumbawa Luncurkan Aplikasi SILABRASI SIGAP, Bupati Jarot : 5 Prinsip Fondasi Pelayanan Publik

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 20 Apr 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara tegas mengingatkan jajarannya untuk tidak terjebak pada angka semata dalam menilai keberhasilan pelayanan publik. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Ekspose Hasil Evaluasi Pelayanan Publik sekaligus meluncurkan aplikasi SILABRASI SIGAP (Sistem Layanan Terintegrasi dan Responsif – SIGAP) di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Senin (20/04/2026).

“Jangan hanya mengejar angka, tetapi pastikan masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang baik. Kesan masyarakat terhadap pelayanan kita jauh lebih berharga dibandingkan sekadar penghargaan,” tegas Bupati Jarot di hadapan para asisten sekda dan seluruh kepala perangkat daerah lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa.

Peluncuran aplikasi SILABRASI SIGAP menjadi momentum transformasi layanan publik yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Aplikasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan percepatan digitalisasi pelayanan di daerah.

Dalam laporan Kepala Bagian Organisasi, Jufrie, S.Si., M.M., disebutkan bahwa Indeks Pelayanan Publik Kabupaten Sumbawa saat ini masih berada di angka 2,77 (kategori Cukup). Target yang ditetapkan dalam RPJMD adalah 3,00. Untuk itu, diperlukan penguatan ekosistem pelayanan secara menyeluruh, termasuk pemenuhan indikator kinerja seperti survei kepuasan, pelaporan tindak lanjut, dan kelengkapan dokumen pendukung.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Rachman Ansori, S.Sos., M.SE., memaparkan bahwa Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) tahun 2025 mencapai angka 86,87 dengan kategori “Baik”. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan menuju predikat “Sangat Baik” (A).

Bupati Jarot pun memperkenalkan lima prinsip sederhana namun mendalam sebagai fondasi budaya pelayanan publik: senyum, salam, maaf, tolong, dan terima kasih. Menurutnya, etika, kesopanan, dan keramahan adalah kunci membangun kepercayaan masyarakat.

“Kalau pelayanan kita baik, kepercayaan akan tumbuh. Kalau kepercayaan tumbuh, kolaborasi akan kuat, dan pembangunan akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah, serta menegaskan komitmen menghindari praktik pungutan liar dan korupsi. “Pelayanan publik yang baik akan membangun kepercayaan masyarakat. Itu modal utama kita,” tambahnya.

Dengan diluncurkannya SILABRASI SIGAP, Bupati berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan melahirkan komitmen baru dan langkah konkret perbaikan. Acara ditutup dengan pembukaan resmi ekspose evaluasi dan peluncuran aplikasi sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik Kabupaten Sumbawa yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez