
Sumbawa, Nuansantb.id – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumbawa yang berlangsung dinamis akhirnya melahirkan pemimpin baru. Iqbaluddin Huzaini terpilih secara mufakat sebagai Ketua PC Ansor Sumbawa periode 2026-2029, dalam musyawarah yang digelar di Hotel Suci Sumbawa, Sabtu (30/05/2026).
Kesepakatan itu diraih setelah Iqbaluddin bersama dua kandidat lainnya—Rudianto (Ketua PAC Orong Telu) dan Arsonaria (Sekretaris PAC Batulanteh)—duduk bersama dalam musyawarah organisasi. Sebelum terpilih, Iqbaluddin menjabat sebagai Ketua PAC Alas.
Konfercab bergengsi ini dihadiri langsung Ketua PW GP Ansor NTB, Dr. Irfan Suriadata, serta dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dan Ketua PCNU Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah.
Dalam pidato perdananya usai terpilih, Iqbaluddin menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berhenti di titik ini. Ia mengajak seluruh kader untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu dan fokus pada kaderisasi.
“PC Ansor dan kadernya jangan sampai berhenti di sini. Ada pekerjaan besar yang harus diteruskan. PR kita sangat besar: mengkaderisasi kader dan mengonsolidasikan 24 kecamatan,” ujar Iqbal dengan tegas.
Ia juga menyampaikan pesan inspiratif yang menghentak ruang konferensi: “Jangan cari besar di Ansor, tapi besarkan Ansor. Maka para sahabat akan besar. Ini langkah pertama kita untuk membesarkan Ansor di Kabupaten Sumbawa.”
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor NTB, Dr. Irfan Suriadata, dalam sambutan penutupannya menyatakan optimisme besar terhadap kepemimpinan baru. Ia mengingatkan bahwa jabatan ketua hanyalah atribut administratif, sementara esensi sejati adalah berkhidmat kepada organisasi.
“Status ketua jangan sampai menjadi simbol yang membuat pengurus lain tidak aktif. Ketua harus mengayomi, membersamai semua kader, dan tidak boleh one man show. Kalau ketua tidak lagi dipercaya organisasi, maka tamatlah organisasi itu,” tegas Irfan.
Ia juga berpesan agar Ansor Sumbawa aktif tidak hanya di akar rumput, tetapi juga di medan perang ideologi: media sosial. “Berikan informasi positif bagi masyarakat. Rawat kaderisasi, dan semua yang masuk pengurus wajib hukumnya mengikuti kaderasi. Konsolidasikan struktur sampai ranting. Yang digerakkan adalah pengurus, bukan hanya ketua,” pungkasnya.
Usai konfercab, SK kepengurusan akan diberikan setelah para pengurus terpilih menjalani uji coba melalui proses kaderisasi.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar