Bupati Sumbawa: UMKM Wajib Melek AI atau Tergeser Zaman

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 02 Sep 2026

Pelatihan AI Ignition digelar untuk 50 pelaku usaha, bagian dari program unggulan Jarot-Ansori

SUMBAWA, Nuansantb.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerahnya tidak punya pilihan selain beradaptasi dengan teknologi. Jika tidak, keberlangsungan usaha mereka terancam tergeser oleh kemajuan zaman yang bergerak begitu cepat.

Pernyataan tegas itu disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Artificial Intelligence (AI) Ignition Training di Aula H. Madelaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (01/09/2026). Pelatihan yang berlangsung selama dua hari hingga 2 September 2026 ini diikuti oleh 50 pelaku UMKM dan diprakarsai oleh KUMPUL serta AMMAN Mineral bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

“Kemajuan teknologi yang begitu cepat menuntut setiap pelaku usaha untuk terus berinovasi dan menyesuaikan diri. Jika tidak mampu beradaptasi, keberlangsungan usaha dapat terancam,” ujar Bupati di hadapan para peserta.

Bupati Jarot mengungkapkan, dari seluruh kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hanya tiga daerah yang mendapat kesempatan menggelar pelatihan ini, yaitu Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera, sekaligus realisasi dari program unggulan ke-9 pasangan Jarot-Ansori yang berkaitan dengan pendampingan UMKM.

Pelatihan AI ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memberikan sertifikat sebagai bukti legalitas keikutsertaan. Namun, Bupati mengingatkan agar peserta tidak menjadikan sertifikat sebagai tujuan utama.

“Sertifikat hanya menjadi bukti dan legalitas bahwa seseorang telah mengikuti kegiatan. Manfaat sesungguhnya terletak pada kemampuan peserta dalam menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Diperlukan dukungan seluruh pihak serta kehadiran mitra-mitra strategis untuk bersama-sama membangun ekosistem yang kuat bagi pengembangan UMKM di Bumi Samawa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa perkembangan AI telah menyentuh hampir seluruh bidang kehidupan, termasuk sektor pemerintahan. Karena itu, aparatur sipil negara (ASN) juga dituntut memiliki kepemimpinan digital (digital leadership) serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi.

“Di tengah perubahan zaman yang semakin pesat dan dominasi generasi digital, sektor pemerintahan juga harus mampu beradaptasi. Pemanfaatan AI dapat memberikan kemudahan, tidak hanya bagi penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga bagi para pelaku UMKM,” ujar Sekda.

Pelatihan AI Ignition ini dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah Kabupaten Sumbawa serta perwakilan dari AMMAN Mineral dan KUMPUL. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan efisiensi, dan tetap kompetitif di era digital.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez