
Sumbawa, Nuansantb.id — Malam tasyakuran dalam rangka Hari Jadi ke-378 Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, berlangsung khidmat di halaman Kantor Camat Moyo Hulu, Rabu malam (26/08/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, budayawan, komunitas, serta masyarakat Desa Semamung ini menjadi sorotan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Ansori menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya malam tasyakuran tersebut. Ia menilai peringatan hari jadi ke-378 merupakan momentum bersejarah yang diharapkan menjadi titik awal bagi Desa Semamung untuk semakin tangguh, maju, dan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Atas keikhlasan dan kehadiran kita, karena ini merupakan hari yang bersejarah, mudah-mudahan akan menjadikan Semamung yang lebih tangguh, Desa Semamung yang lebih maju, dan tentunya menjadi masyarakat yang sejahtera,” ujar Wabup Ansori.
Orang nomor dua di Kabupaten Sumbawa itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memperbanyak shalawat dan salam kepada Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan suri teladan dalam membangun perubahan dan peradaban dari masa jahiliah menuju kehidupan yang terang benderang.
Apresiasi untuk Kepala Desa dan Camat
Wabup Ansori memberikan apresiasi tinggi atas kemeriahan pelaksanaan kegiatan hari jadi Desa Semamung. Ia menyebut suasana malam tasyakuran menunjukkan semangat dan kreativitas masyarakat serta pemerintah desa. Bahkan, ia memberikan pujian khusus kepada Kepala Desa Semamung dan Camat Moyo Hulu yang dinilainya memiliki talenta serta keberanian dalam menyelenggarakan kegiatan bersejarah ini.
“Betul-betul Semamung keren. Kadesnya punya talenta, Kades-kadesnya berani, punya talenta dan berani. Apalagi Camatnya, Camatnya multitalenta,” ungkapnya penuh apresiasi.
Wabup Ansori menegaskan bahwa keberanian pemimpin untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat merupakan hal penting dalam menjalankan pemerintahan. “Sebagai pemimpin yang hadir di tengah-tengah masyarakat itu harus berani. Kalau tidak berani, jangan jadi pemimpin,” tegasnya.
Ia juga mendorong kepala desa lainnya untuk menjadikan peringatan hari jadi desa sebagai momentum memperkuat kebersamaan sekaligus menggali potensi desa. Menurutnya, apabila seluruh desa di Kecamatan Moyo Hulu dapat melaksanakan kegiatan serupa, hal tersebut akan menjadi bukti komitmen pemerintah desa dalam memajukan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jaga Budaya dan Lingkungan
Lebih lanjut, Wabup Ansori mengajak masyarakat Semamung untuk menjaga dan melestarikan budaya serta peradaban sebagai bagian dari identitas daerah. “Peradaban kalau kita pertahankan akan menjadi ciri khas atau akan menjadi bukti bahwa kita punya kepribadian. Kebudayaan kalau kita lestarikan, kita pertahankan, itu bukti bahwa kita punya kepribadian,” katanya.
Selain pelestarian budaya, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan, kebersihan, serta kelestarian alam. Hal tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar masyarakat Desa Semamung menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan perkebunan.
“Marilah kita jaga lingkungan, marilah kita jaga kebersihan, marilah kita jaga hijaunya lingkungan. Jangan sampai terjadi kekeringan, jangan sampai kekurangan air, jangan sampai ada yang gagal panen,” ajaknya.
Gotong Royong Kunci Keberhasilan
Mengakhiri sambutannya, Wabup Ansori mengajak seluruh masyarakat Desa Semamung untuk mempertahankan semangat gotong royong, kerukunan, serta persatuan dan kesatuan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang unggul dan sejahtera.
“Terakhir, tetap jaga gotong royong. Masyarakat Semamung adalah masyarakat yang rukun, masyarakat yang gotong royong, menjaga kesatuan dan persatuan, sehingga nanti betul-betul menjadi masyarakat yang unggul, Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
Perayaan Hari Jadi ke-378 Desa Semamung menjadi bukti bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga warisan budaya, merawat persatuan, dan melibatkan masyarakat dalam setiap langkah pembangunan. Desa Semamung yang telah menetapkan hari lahirnya pada 26 Agustus 1648 ini kini resmi memiliki penanda sejarah yang akan menjadi dasar peringatan, refleksi, dan penguatan identitas desa di masa yang akan datang.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar