Pilkades Serentak 2026, Bupati Sumbawa: “Belajar Kalah untuk Bangkit”

3 menit membaca
Sahril
Desa, Pemerintahan - 24 Agu 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Suasana khidmat menyelimuti Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (24/8/2026), saat 67 calon kepala desa dari 20 desa se-Kabupaten Sumbawa menandatangani Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026. Kegiatan ini menjadi peneguhan komitmen bersama untuk mewujudkan pesta demokrasi tingkat desa yang aman, tertib, dan kondusif.

Pilkades Serentak 2026 akan digelar di 20 desa yang tersebar di 11 kecamatan pada 7 September mendatang. Sebanyak 67 calon kepala desa siap bertarung memperebutkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin desanya masing-masing.

Bupati: Pilkades Momentum Perkuat Persaudaraan

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar ajang kompetisi politik, melainkan momentum berharga untuk memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Semua yang hadir punya potensi untuk menang. Menang atau kalah, serahkan kepada Allah SWT. Kalau kalah, mungkin itu bukan yang terbaik buat kita. Mari kita belajar kalah untuk bangkit,” ujar Bupati dengan penuh haru.

Orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini juga mengingatkan seluruh calon kepala desa agar siap menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Menurutnya, kepemimpinan bukanlah segalanya, namun bagaimana menjaga keutuhan dan kedamaian masyarakat desa jauh lebih utama.

Komitmen Bersama untuk Demokrasi Berkualitas

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa, Ulumuddin, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa deklarasi damai ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama. Seluruh elemen mulai dari panitia, pengawas, aparat keamanan, hingga masyarakat diharapkan menjalankan perannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap seluruh calon kepala desa dan pendukungnya dapat menjaga suasana kondusif selama masa kampanye hingga pencoblosan. Pilkades Serentak 2026 harus menjadi contoh demokrasi yang sehat dan berbudaya,” ungkap Ulumuddin.

Deklarasi Damai sebagai Wujud Kedewasaan Berdemokrasi

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Damai Pilkades yang dipimpin oleh salah seorang calon Kepala Desa Jotang Baru dan diikuti oleh seluruh calon kepala desa. Komitmen bersama tersebut kemudian diteguhkan melalui penandatanganan berita acara Deklarasi Damai oleh Bupati Sumbawa, jajaran Forkopimda, serta perwakilan masing-masing desa.

Kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan ini menegaskan keseriusan seluruh aparat dalam mengawal jalannya Pilkades Serentak agar berlangsung aman dan demokratis.

Pilkades untuk Kemajuan Desa

Melalui deklarasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa Pilkades Serentak bukan hanya tentang menentukan siapa yang terpilih, tetapi juga tentang memastikan proses demokrasi berlangsung dengan damai dan hasilnya dapat diterima bersama demi keberlanjutan pembangunan desa.

Bupati Syarafuddin Jarot mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Pilkades sebagai cerminan kedewasaan berdemokrasi masyarakat Sumbawa. “Siapa pun yang terpilih nanti, mari kita dukung bersama. Karena yang terpenting adalah kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Dengan deklarasi damai ini, Kabupaten Sumbawa optimis Pilkades Serentak 2026 akan berlangsung sukses dan menjadi tonggak baru dalam perjalanan demokrasi di tingkat desa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez