Kunjungi Sumbawa, KRI Pulau Rimau-724 Tuntaskan Misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Pulau Moyo-Medang

3 menit membaca
Sahril

Sumbawa, Nuansantb.id – Dalam upaya menguatkan kedaulatan rupiah hingga ke pelosok negeri, KRI Pulau Rimau-724 unsur Koarmada II resmi menuntaskan misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kapal perang TNI AL ini singgah di Pelabuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kamis (21/5/2026), membawa misi kas keliling bagi masyarakat di pulau-pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Kedatangan KRI Pulau Rimau-724 disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat. Turut hadir Dandim 1607/Sumbawa beserta jajaran, Wakapolres Sumbawa, serta Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Badas.

Di atas geladak kapal, Sekda Budi Prasetiyo mengapresiasi kolaborasi antara TNI AL dan Bank Indonesia yang telah menghadirkan layanan keuangan langsung ke masyarakat di wilayah terluar. “KRI Pulau Rimau-724 unsur Koarmada II mendukung penuh pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, sebagai bentuk kerja sama strategis TNI AL dengan Bank Indonesia di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Menurut Sekda, selama singgah di perairan Sumbawa, KRI Pulau Rimau-724 tidak hanya bersandar di Pelabuhan Badas, tetapi juga mengirimkan tim ke dua pulau terluar yang menjadi sasaran utama ERB 2026, yaitu Pulau Moyo dan Pulau Medang. Tim ekspedisi turun langsung menemui warga untuk memastikan masyarakat di pulau-pulau kecil tersebut tetap mendapat akses uang rupiah baru dan layak edar.

“Kami pastikan tidak ada warga di pulau terluar yang tertinggal. Mereka berhak mendapatkan rupiah yang berkualitas, sebagai alat transaksi yang sah dan simbol kedaulatan kita bersama,” tegas Doktor Budi.

Selain layanan penukaran uang, kegiatan ERB 2026 juga diisi dengan sosialisasi bertajuk Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Tim dari Bank Indonesia bersama personel TNI AL memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara merawat uang rupiah, menolak uang palsu, serta memahami bahwa mencintai rupiah sama dengan mencintai NKRI.

“Kegiatan edukasi ini sangat penting. Rupiah bukan sekadar alat bayar, tetapi identitas dan martabat bangsa. Dengan sosialisasi ini, kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap mata uang sendiri,” tutur Sekda.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemilihan Pulau Moyo dan Pulau Medang sebagai lokasi misi bukan tanpa alasan. Kedua pulau tersebut memiliki keterbatasan akses perbankan dan transportasi laut yang sering kali bergantung pada cuaca. Kehadiran KRI Pulau Rimau-724 menjadi solusi nyata dalam menghadirkan layanan kas keliling yang aman, cepat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Pemerintah daerah sangat berterima kasih. Dengan dukungan TNI AL, masyarakat di Pulau Moyo dan Medang kini bisa menukarkan uangnya tanpa harus menyeberang ke pulau utama. Ini wujud kehadiran negara yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Komandan KRI Pulau Rimau-724 yang juga menjabat sebagai Kas Guskamla Koarmada II, Kolonel Laut (P) Irwan Aditya Winarno, S.Hub.Int., menyatakan kesiapan penuh armada dalam mendukung misi nasional ini. Menurutnya, keterlibatan unsur TNI AL dalam ERB merupakan wujud pengabdian terbaik kepada masyarakat, khususnya di wilayah 3T.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan di Pelabuhan Badas, KRI Pulau Rimau-724 kembali melanjutkan patroli pengamanan laut, meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Sumbawa. Rupiah baru yang ditukarkan, edukasi yang diberikan, dan kehadiran negara yang terasa, menjadi catatan manis Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di ujung timur Nusa Tenggara.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez