
Sumbawa, Nuansantb.id- Kabupaten Sumbawa mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 821 miliar hingga akhir Triwulan III Tahun 2025. Meski angka ini signifikan, capaian tersebut masih harus dikejar untuk memenuhi target akhir tahun yang ditetapkan.
Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dihimpun dari pelaku usaha, realisasi kumulatif hingga September 2025 mencapai Rp 821.000.547.207. Rinciannya berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 245,96 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 575,04 miliar.
“Total realisasi investasi Kabupaten Sumbawa sampai dengan Triwulan III Tahun 2025 mencapai Rp 821.000.547.207, berdasarkan laporan LKPM yang disampaikan oleh para pelaku usaha,” ungkap Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa, H. Yudi Patria Negara, Selasa (20/01/2026).
Namun, Yudi menyadari bahwa angka tersebut baru mengisi 41,05 persen dari target investasi tahun 2025 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu sebesar Rp 2 triliun. Ia menegaskan bahwa laporan untuk Triwulan IV masih dalam proses dan akan dirilis resmi pada akhir Januari 2026.
“Masih ada peluang penambahan realisasi pada Triwulan IV. Kami optimistis angka ini akan meningkat setelah laporan terakhir masuk,” jelasnya dengan penuh harap.
Sebagai pembanding, performa investasi tahun 2024 lalu terbilang lebih kuat. Saat itu, Sumbawa berhasil merealisasikan Rp 1,695 triliun dari target Rp 1,7 triliun, dengan komposisi PMA Rp 104,39 miliar dan PMDN yang mendominasi dengan Rp 1.591,17 miliar. Capaian tahun lalu itu mencapai 99,7% dari target, sebuah prestasi yang kini menjadi acuan untuk tahun 2025.
Menghadapi tantangan memenuhi target yang lebih tinggi tahun ini, Yudi menyatakan komitmen DPMPTSP untuk terus mendorong percepatan realisasi investasi. Langkah strategis yang diambil termasuk mengintensifkan koordinasi dan pendampingan kepada perusahaan-perusahaan agar melaporkan kegiatan investasinya secara tertib dan tepat waktu melalui LKPM.
“Kami akan terus mendorong para pelaku usaha agar disiplin melaporkan LKPM, karena data ini sangat penting untuk evaluasi dan pencapaian target investasi daerah,” tegas Yudi.
Optimisme tetap dijaga dengan mengandalkan laporan triwulan terakhir yang masih diproses. Upaya maksimal dari jajaran DPMPTSP diharapkan dapat menutup gap antara realisasi sementara dan target ambisius Rp 2 triliun, sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Sumbawa terhadap pertumbuhan ekonomi regional NTB.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar