Elemen Masyarakat Sumbawa Dukung Penuh Surat Edaran Bupati, Lindungi Hutan dan Tindak Ilegal Logging

3 menit membaca
Sahril

SUMBAWA, Nuansantb.id – Puluhan perwakilan organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat memadati halaman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (11/06/2026). Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menyatakan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan aturan kehutanan.

Aksi yang berlangsung tertib dan damai itu diikuti antara lain oleh Pemuda Pancasila Sumbawa, LSM Cendrawasih Setia, LSM Perfect, LSM Garuda, dan LSM FPPK. Kehadiran mereka menjadi bentuk sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengawal program-program lingkungan yang tengah berjalan.

Dukung Penuh Program Sumbawa Hijau Lestari

Dalam orasinya, para aktivis menyatakan dukungan penuh terhadap program Sumbawa Hijau Lestari. Program ini dinilai strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan sumber daya alam di Kabupaten Sumbawa.

“Kami ingin generasi mendatang masih bisa menikmati hutan yang hijau, air yang bersih, dan udara yang segar. Program Sumbawa Hijau Lestari adalah jalan yang tepat,” ujar koordinator aksi dari Pemuda Pancasila Sumbawa.

Masyarakat juga mendukung langkah tegas Pemda memberlakukan Surat Edaran Bupati tentang larangan penanaman jagung di kawasan hutan. Kebijakan ini dianggap krusial untuk menghentikan alih fungsi lahan yang semakin meluas.

“Kami melihat sendiri bagaimana hutan gundul karena ditanami jagung. Akibatnya, mata air mulai kering dan banjir bandang terjadi setiap musim hujan. Edaran Bupati ini harus didukung semua pihak,” kata perwakilan LSM Cendrawasih Setia.

Minta Penegakan Hukum bagi Pembalak Liar

Tak hanya mendukung kebijakan preventif, elemen masyarakat juga mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku illegal logging atau pembalakan liar. Mereka menilai praktik ilegal itu menjadi ancaman serius yang terus berulang.

“Kami minta polisi dan kejaksaan jangan ragu-ragu. Tangkap dan proses para perusak hutan. Beri efek jera. Hutan Sumbawa bukan ladang keuntungan segelintir orang,” tegas aktivis LSM Garuda.

Para pendemo juga mengapresiasi langkah Pemda yang mulai aktif melakukan razia dan pengawasan di titik-titik rawan pembalakan. Namun mereka berharap pengawasan diperkuat dengan melibatkan masyarakat adat dan komunitas lokal.

Komitmen Bersama untuk Pembangunan Berkelanjutan

Di akhir aksi, perwakilan massa menyatakan siap menjadi mitra pemerintah dalam mengawasi dan melaporkan setiap pelanggaran lingkungan. Mereka juga mengajak seluruh warga Sumbawa untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan, serta melaporkan jika menemukan aktivitas ilegal.

“Perlindungan hutan bukan tugas pemerintah saja, tapi tanggung jawab kita semua. Mari bersama wujudkan Sumbawa yang hijau, lestari, dan aman dari bencana,” ajak perwakilan LSM FPPK.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melalui pejabat yang menerima aspirasi menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepedulian masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk terus menegakkan aturan dan melibatkan partisipasi publik dalam setiap kebijakan lingkungan.

Aksi berlangsung sekitar dua jam tanpa insiden. Setelah menyampaikan pernyataan sikap, seluruh peserta dengan tertib membubarkan diri.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez