
Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Koordinasi Capaian Kinerja Program Ketahanan Pangan yang berlangsung serius namun konstruktif, Senin (06/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, didampingi oleh Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH., SIK., serta perwakilan dari Bulog Sumbawa dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rakor yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut dijadikan sebagai ruang evaluasi yang jujur dan terukur atas berbagai program ketahanan pangan yang telah berjalan. Dalam arahannya, Dr. Budi Prasetiyo menegaskan pentingnya melihat kondisi riil di lapangan tanpa rekayasa data.
“Kami melihat langsung progres di lapangan, dari produksi, distribusi, hingga stabilitas harga, sekaligus mengidentifikasi titik lemah yang perlu segera diperbaiki agar intervensi lebih tepat sasaran,” ujar pria yang akrab disapa Doktor Budi tersebut.
Menurutnya, capaian kinerja selama ini menunjukkan tren positif pada sektor produksi pangan. Namun, masih ditemukan sejumlah tantangan klasik, terutama pada rantai distribusi di wilayah-wilayah terpencil dan pasca panen yang kerap memicu lonjakan harga di tingkat konsumen.
Sekda Budi juga menyoroti bahwa ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dengan angka statistik. Ia menekankan bahwa dampak program harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga pelosok desa.
“Karena itu, kami mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, memastikan program berjalan konsisten, dan menjaga keberlanjutan agar ketersediaan pangan tetap aman, terjangkau, dan merata di seluruh wilayah Sumbawa,” jelasnya dengan tegas.
Sementara itu, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini menambahkan bahwa pihaknya siap mengawal distribusi pangan dan mencegah praktik penimbunan atau permainan harga. “Kami akan bersinergi dengan Bulog dan Satgas Pangan untuk melakukan monitoring rutin,” ungkapnya.
Doktor Budi menutup rapat dengan pesan optimistis. Ia menginstruksikan seluruh OPD untuk menyusun rencana aksi mingguan yang terukur dan melaporkan kendala secara transparan. “Tidak ada tempat untuk manipulasi data. Kalau ada masalah, katakan ada masalah. Tugas kita bersama mencari solusi,” tandasnya.
Dengan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, diharapkan Kabupaten Sumbawa mampu mempertahankan status ketahanan pangan yang tangguh dan menjadi lumbung pangan di kawasan NTB bagian timur.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar