Panen Raya Jagung di Lapas Sumbawa, Hasil Melimpah Hingga 100 Ton

2 menit membaca
Sahril
EKONOMI, Headline News - 23 Apr 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sumbawa Besar, Kanwil Ditjenpas NTB, menggelar panen raya jagung di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ai Maja seluas 15 hektare, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah itu tidak hanya menjadi ajang unjuk hasil program pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga bukti nyata kontribusi lapas terhadap ketahanan pangan nasional.

Kepala Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar, Purniawal, saat ditemui di lokasi panen, mengungkapkan rasa syukur atas capaian kali ini. Lahan SAE Ai Maja yang selama ini dikelola bersama warga binaan mampu menghasilkan potensi panen hingga 100 ton jagung. Jenis yang dibudidayakan adalah jagung hibrida ADV Jago, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi serta tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan partisipasi aktif warga binaan. Mereka terlibat sejak pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga masa panen. Ini adalah wujud nyata pembinaan berbasis kemandirian yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Purniawal.

Menurutnya, program ini dirancang tidak hanya untuk memberi keterampilan teknis di bidang pertanian. Lebih dari itu, warga binaan diajarkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama tim. Purniawal menambahkan, “Kami ingin mereka pulih dan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat. Berkebun bersama mengajarkan kesabaran, ketekunan, dan bagaimana memanfaatkan lahan kosong menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.”

Kegiatan panen raya tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan NTB, Anak Agung Gde Krisna. Ia menegaskan bahwa program ini selaras dengan upaya optimalisasi fungsi pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan. “Sinergi antara petugas dan warga binaan menjadi kunci keberhasilan. Kami harap ini bisa direplikasi di unit lainnya,” kata Krisna.

Tak ketinggalan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa turut hadir menyaksikan langsung proses panen. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Sinergi yang kuat ini diyakini akan terus mendorong keberhasilan program ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan warga binaan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program strategis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang mendorong pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan. Melalui panen raya jagung 100 ton, Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar tidak hanya berbicara tentang pembinaan yang humanis, tetapi juga tentang kontribusi rial bagi masyarakat luas.

Purniawal berharap, ke depan hasil pertanian dari lahan SAE Ai Maja dapat terus ditingkatkan, tidak hanya jagung tetapi juga komoditas lain, guna memperkuat kemandirian pangan di lingkungan lapas sekaligus membantu program pemerintah daerah.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez