PLN Pastikan Kabel Maut Merenggut Nyawa Remaja di Empang Bukan Miliknya

2 menit membaca
Sahril
Headline News, PERISTIWA - 12 Jun 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Kabel bermuatan listrik yang menyebabkan kematian seorang remaja di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, dipastikan bukan milik PLN. Kabel tersebut justru merupakan jaringan TV kabel milik instansi lain yang menumpang di tiang listrik milik negara.

Peristiwa tragis itu menimpa DU (15), warga Dusun Kamboja, Desa Empang Atas, pada Kamis (11/06/2026) malam. Korban tewas setelah melilitkan kabel yang menjuntai ke lengan kirinya, diduga karena mengira kabel tersebut tidak berarus listrik.

Manager PLN ULP Empang, Haryono, melalui pesan WhatsApp, Jumat (12/06/2026) siang, menegaskan bahwa setelah pihaknya melakukan pengecekan di lapangan, kabel tersebut bukan bagian dari jaringan distribusi tenaga listrik PLN.

“Kabel itu adalah jaringan TV kabel milik instansi lain yang nyantol di tiang listrik PLN, masih tersambung dengan booster, dan menjuntai ke bawah,” tegas Haryono.

Berdasarkan identifikasi lapangan, kabel pihak ketiga tersebut masih mendapatkan suplai tegangan dari perangkat penguat sinyal (booster) yang digunakan untuk operasional jaringan TV kabel/telekomunikasi. Dengan demikian, informasi yang menyebutkan kejadian itu disebabkan oleh kabel milik PLN tidak sesuai fakta.

“Kabel yang diamankan sebagai barang bukti merupakan jaringan milik pihak ketiga, bukan PLN,” imbuhnya.

Haryono berharap proses penyelidikan lebih lanjut terkait rangkaian peristiwa dan hubungan antara kabel dengan penyebab kematian korban sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 22.10 WITA, saat korban bersama empat orang temannya sedang duduk santai di lokasi kejadian. Sebuah kabel putus dan menjuntai. Korban yang mengira kabel tidak berarus kemudian melilitkannya ke lengan kiri.

Tak lama kemudian, DU mengeluh lemas kepada rekannya. Seorang teman bernama OPI sempat berusaha menolong menggunakan kursi plastik, namun gagal. OPI lalu menggunakan gagang sapu berbahan aluminium untuk melepaskan lilitan kabel. Setelah berhasil dilepaskan, korban kejang-kejang dan segera dilarikan ke Puskesmas Empang menggunakan pikap warga, namun nyawanya tidak tertolong.

PLN menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang.

“Masyarakat agar tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Haryono.

Ia juga mengimbau seluruh penyelenggara jaringan telekomunikasi dan TV kabel untuk mematuhi ketentuan perizinan, standar keselamatan, serta tata cara penggunaan infrastruktur ketenagalistrikan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez