Bupati Jarot Kawal Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Sumbawa, Tim Berdikari Turun Survei Lokasi

3 menit membaca
Sahril
NASIONAL, Pemerintahan - 23 Jul 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan keseriusannya dalam mengakselerasi realisasi Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) dengan menyambut kedatangan Tim PT Berdikari (Persero) di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa Besar, Kamis (23/07/2026).

Kedatangan tim BUMN pangan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem peternakan unggas modern di Nusa Tenggara Barat.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., didampingi Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, secara langsung menyambut rombongan yang dipimpin oleh Direktur Operasional Bisnis II PT Berdikari, Ir. I Putu Yustika, bersama General Manager Project Management Office, drg. Agung Susanto Mukti, dan Manager Quality Assurance, Arief Gumilar, S.E.

Kunjungan ini merupakan agenda survei lapangan dan penjajakan percepatan realisasi proyek strategis nasional yang digarap oleh PT Berdikari di bawah naungan ID FOOD dan didukung penuh oleh Danantara. Dengan nilai investasi yang mencapai Rp1,2 triliun hingga Rp1,7 triliun, proyek ini menjadi salah satu megaproyek unggas di luar Pulau Jawa yang diproyeksikan mampu mencetak produksi daging kolektif hingga 1,6 juta ton untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami menyambut baik kedatangan Tim PT Berdikari sebagai bentuk komitmen nyata untuk mewujudkan hilirisasi ayam terintegrasi di Sumbawa. Kami akan terus mengawal proyek ini dan telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare dengan status hukum yang jelas serta siap untuk segera diverifikasi,” ujar Bupati Jarot.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini menegaskan bahwa proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi tidak hanya akan memberikan dampak besar bagi sektor peternakan, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui pembangunan ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir—mulai dari pembibitan, budidaya bersama peternak rakyat, hingga pengolahan melalui rumah potong hewan—proyek ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, memacu tumbuhnya industri pendukung, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi ini benar-benar memberi manfaat bagi peternak rakyat. Kehadiran ekosistem modern ini akan memangkas rantai distribusi pakan, mendongkrak produktivitas, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan protein hewani di NTB,” tegas Bupati Jarot.

Selain Kabupaten Sumbawa, rangkaian survei juga akan dilaksanakan di Kabupaten Bima sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan hilirisasi peternakan terpadu di wilayah NTB. Proyek yang telah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada awal Februari 2026 di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, ini dipastikan tetap berjalan dan Sumbawa masih menjadi bagian penting dalam pengembangannya.

Dengan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa, PT Berdikari, dan pemerintah pusat, proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi diharapkan menjadi pionir transformasi peternakan unggas modern yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia. Bupati Jarot berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini agar realisasinya berjalan lancar dan tepat waktu, membawa Kabupaten Sumbawa menjadi sentra unggas nasional yang mandiri dan berdaya saing.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez