
Mataram, Nuansantb.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sejarah baru dengan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini sukses dan mendapat apresiasi tinggi dari PWI Pusat serta Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair.
Wakil Ketua Umum PWI Pusat Bidang OKK, Joko Tetuko, menilai pelaksanaan UKW mandiri tersebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah PWI. Ia pun berharap Pemerintah Provinsi NTB terus memberikan dukungan, terutama menjelang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung pada April 2027.
“Sampai saat ini, ini adalah pelaksanaan UKW mandiri terbesar sepanjang sejarah. Kami memohon agar Pemerintah Provinsi NTB dapat terus membantu dan mendukung PWI NTB, terutama dalam persiapan menjelang Porwanas di Lampung tahun 2027 mendatang,” ujar Joko saat menutup kegiatan.
Pelaksanaan OKK dan UKW mandiri ini menjadi momentum perdana bagi PWI NTB setelah melalui berbagai dinamika organisasi selama lebih dari satu tahun terakhir. Sekretaris PWI NTB, Fachrul Mustofa, bersyukur seluruh proses berjalan lancar berkat kekompakan pengurus di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Alhamdulillah, semua badai terlampaui dan kita bisa gelar hari ini,” kata Fachrul.
Fachrul menjelaskan, target awal UKW mandiri hanya dua kelas. Namun, lonjakan pendaftar membuat jumlah peserta UKW mencapai 44 orang. Sementara itu, peserta yang mengikuti pembukaan OKK sekitar 120 orang.
Tingginya partisipasi dinilai penting karena OKK merupakan salah satu syarat keanggotaan organisasi serta kepesertaan dalam Porwanas di Provinsi Lampung pada April 2027.
Pelaksanaan UKW mandiri ini juga berawal dari arahan Sekda NTB Abul Chair yang memberikan petunjuk mengenai mekanisme penyelenggaraan secara mandiri saat konsultasi awal. PWI NTB turut mengapresiasi jajaran PWI Pusat yang hadir langsung sebagai narasumber dan penguji, di antaranya Djoko, Parasakti, dan Edu.
Pada penutupan kegiatan, Sekda NTB Abul Chair mengapresiasi langkah PWI NTB. Ia mengingatkan, tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya penggunaan artificial intelligence (AI), karena masyarakat umum kini mudah menyebarkan informasi.
“Wartawan yang baik itu tidak hanya cepat mendapat berita, tapi juga harus mendapatkan fakta, tepat memahami konteks, dan bijak menyampaikan kepada publik,” tegas Abul Chair.
Ia mengibaratkan wartawan sebagai pengemudi di jalan raya informasi. Menurutnya, kecepatan harus berimbang dengan kendali agar tidak tergelincir pada fenomena asal viral.
“Kalau hanya punya gas tapi tidak punya rem, tentu masalah juga. Maka etika jurnalistik itulah remnya,” lanjutnya.
Melalui OKK dan UKW ini, Pemprov NTB berharap terbangun kultur profesionalisme, peningkatan kompetensi, serta integritas wartawan yang kritis, konstruktif, independen, dan bertanggung jawab. (**)

Tidak ada komentar