
SUMBAWA, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa akhirnya memulai penanganan pemeliharaan ruas Jalan Sultan Muhammad Kaharuddin di Depan RSUD Sering, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Senin (27/07/2026).
Pekerjaan sepanjang 500 meter ini ditargetkan rampung dalam empat bulan sebagai upaya mengatasi persoalan genangan yang telah lama meresahkan masyarakat.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, turun langsung meninjau lokasi pengerjaan didampingi Kepala Dinas PU, Kepala BKAD, Direktur RSUD Sumbawa, serta sejumlah pejabat lainnya.
“Alhamdulillah, hari ini saya meninjau langsung pelaksanaan perbaikan ruas Jalan Provinsi NTB di depan RSUD Sering. Perbaikan yang telah lama dinantikan masyarakat ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas warga. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB atas realisasi pembangunan ini,” ujar Bupati Jarot.
Orang nomor satu di Sumbawa itu menekankan agar seluruh pelaksana pekerjaan mengedepankan mutu, kualitas, dan profesionalisme dalam setiap tahapan. “Jangan hanya mengejar penyelesaian, tetapi pastikan hasilnya benar-benar kuat, tahan lama, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.
Digenangi Setiap Tahun, Pekerjaan Dikebut Sebelum Hujan
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, menjelaskan bahwa percepatan pelaksanaan menjadi prioritas agar pembenahan selesai sebelum puncak musim penghujan. Berdasarkan kondisi tahunan, kawasan tersebut merupakan salah satu titik langganan genangan saat curah hujan tinggi, terutama pada November hingga Desember.
“Diupayakan pelaksanaannya bisa tuntas dalam empat bulan. November hingga Desember biasanya sudah mulai memasuki musim penghujan, sementara lokasi ini sering tergenang,” ujar Suharmaji.
Badan Jalan Ditinggikan 80 Sentimeter, Dilengkapi Drainase
Dalam penanganan ini kata Suharmaji, badan jalan akan ditinggikan sekitar 80 sentimeter. Pekerjaan dimulai dari depan RSUD Sumbawa di Dusun Sering, Desa Kerato, hingga tanjakan Simpang Kerato. Selain peninggian badan jalan, pemerintah juga membangun saluran drainase menggunakan beton u-ditch yang akan disambungkan ke kawasan Pamanto Daeng, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa.
Suharmaji menyebut pembangunan saluran tersebut merupakan solusi jangka pendek untuk mempercepat aliran air dari kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.
Rencana Jangka Panjang dan Dua Lajur
Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah telah menyiapkan desain pembangunan saluran drainase yang membentang dari depan RSUD Sumbawa hingga Sungai Brang Bara. Program tersebut nantinya akan dikerjakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengingat status Jalan Sultan Muhammad Kaharuddin merupakan jalan provinsi.
“Ini sudah masuk dalam desain. Nanti kita bekerja sama dengan pihak provinsi karena itu jalan provinsi,” katanya.
Selain pembenahan drainase, pemerintah juga merencanakan pembangunan dua lajur pada ruas jalan tersebut. Pohon-pohon di sisi jalan akan tetap dipertahankan dan difungsikan sebagai median jalan, sehingga penataan kawasan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Aspal Dipilih, Lebih Efisien dan Ramah Ban
Untuk konstruksi jalan, pemerintah memilih perkerasan aspal dibandingkan beton kaku (rigid pavement). Pertimbangannya, biaya pembangunan aspal lebih efisien, sementara beton dinilai membutuhkan anggaran lebih besar dan dapat mempercepat keausan ban kendaraan yang melintas.
“Kalau menggunakan beton rigid memang lebih bagus, tetapi biayanya lebih mahal. Selain itu, ban kendaraan juga lebih cepat aus,” jelas Suharmaji.
Masyarakat Diimbau Gunakan Jalur Alternatif
Seiring dimulainya pekerjaan, pemerintah mengimbau masyarakat agar memanfaatkan jalur alternatif selama proses konstruksi berlangsung. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.
“Kami harapkan para pengguna jalan bersabar sebentar dan menggunakan jalur alternatif agar pelaksanaan pekerjaan tidak terganggu,” pungkas Suharmaji.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar