Bupati Jarot Targetkan Sumbawa Masuk 5 Besar MTQ NTB 2026

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 20 Apr 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi membuka Training Center (TC) bagi peserta dan pelatih Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2026. Pembukaan berlangsung di Aula Hotel Suci, Senin (20/04/2026), dan dihadiri Ketua MUI, Kepala Kemenag, para kepala OPD terkait, serta seluruh pelatih dan peserta.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jaya Kusuma, S.Sos, menegaskan bahwa TC bukan sekadar agenda rutin. “Ini adalah ruang pembentukan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an sekaligus pembentukan mental, ketahanan, dan karakter. Kita ingin melahirkan insan yang benar-benar menyatu dengan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Persaingan Makin Ketat, Sumbawa Tak Boleh Lengah

Bupati menyoroti persaingan MTQ tingkat provinsi yang semakin kompetitif. Daerah lain, kata dia, telah menyiapkan peserta dengan pendekatan serius, terstruktur, bahkan berbasis teknologi. Kabupaten Lombok Tengah sebagai tuan rumah disebut menunjukkan kesiapan luar biasa, mulai dari pembangunan venue berarsitektur budaya Sasak hingga inovasi digital berupa aplikasi pusat data dan layanan qari-qariah NTB.

“Ini sinyal jelas bahwa MTQ tidak lagi berdiri sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi telah bergerak menuju tata kelola yang lebih modern, transparan, dan kompetitif,” tegasnya.

Target Masuk Lima Besar

Mengenang capaian STQ Kabupaten Sumbawa yang berada di urutan keempat, Bupati memasang target ambisius pada MTQ NTB 2026. “Kafilah Sumbawa paling tidak bisa masuk 5 besar,” ujarnya.

Ia meminta seluruh elemen membangun kebersamaan dan disiplin, mulai dari pelatih hingga peserta. “Disiplin dimulai dari kita semua para pelatih. Jangan telat. Kalau sholat, sholat berjamaah. Kita perhatikan betul usaha-usaha batinnya,” pesannya.

Bupati juga mengapresiasi kebijakan kafilah Sumbawa yang kini tidak lagi mengambil peserta dari luar daerah. “Itu kebanggaan kita. Peserta 5 juz sekarang persaingannya cukup ketat,” ungkapnya.

Pesan untuk Pelatih: Baca Potensi, Bangun Kebersamaan

Kepada para pelatih, Bupati menitipkan harapan besar. Peran pelatih bukan hanya mengajar, tetapi juga membaca potensi setiap anak didik. “Tidak semua peserta berkembang dengan cara yang sama. Ada yang butuh dorongan, ada yang butuh pendekatan personal, bahkan ada yang butuh sekadar didengarkan. Di sinilah kualitas pembinaan kita akan diuji,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan antarpelatih. “Jangan lagi ada pengalaman ‘pelatih ini begini, pelatih itu begitu’. Lihat suara anak-anak itu, jangan dipaksakan kalau tinggi. Kita bisa mengendalikan diri dalam proses ketinggian suaranya,” pesannya.

Komitmen Daerah: Al-Qur’an Hidup di Masyarakat

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen terus mendukung perkembangan tilawah Al-Qur’an sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter. “Kita ingin nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti di arena lomba, tapi hidup dalam keluarga, sekolah, birokrasi, dan kehidupan masyarakat sehari-hari,” tutupnya.

Ia meminta TC dimanfaatkan secara maksimal. “Jangan ada waktu yang terbuang. Jangan ada latihan yang sekadar formalitas. Setiap hari di TC ini harus menjadi hari peningkatan, baik dari sisi tajwid, suara, irama, penguasaan materi, maupun teknis dan mental tampil di atas panggung,” pungkasnya.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez