
Sumbawa, Nuansantb.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., secara resmi meluncurkan aplikasi “Kre Alang” sebagai upaya melestarikan budaya dan memperkuat identitas Tau Samawa melalui pemanfaatan teknologi digital. Peluncuran yang dirangkaikan dengan pameran aplikasi tersebut berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Sumbawa, Rabu (05/08/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Pajatu Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, S.H., M.Si., Dwi Rizka Harriami, S.Pd., Gr., I., M.A. selaku penerima Dana Indonesiana, para penenun, organisasi perangkat daerah, serta berbagai pihak terkait.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada Dwi Rizka Harriami beserta tim yang berhasil meraih Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Tahun 2025. Menurutnya, keberhasilan memperoleh hibah kompetitif tingkat nasional merupakan pencapaian yang membanggakan karena membutuhkan gagasan yang kuat, inovasi, dan komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa dunia akademik tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret dalam upaya pelestarian budaya daerah.
Hj. Ida Fitria menegaskan bahwa Kre Alang bukan sekadar kain tenun, melainkan simbol identitas masyarakat Tau Samawa yang harus terus dijaga keberadaannya. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan terbesar adalah bagaimana memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya tersebut.
“Jika budaya tidak hadir di ruang digital, maka budaya akan semakin jauh dari generasi digital. Karena itu saya sangat menyambut baik lahirnya aplikasi Kre Alang ini. Digitalisasi bukan berarti meninggalkan tradisi, justru menjadi cara baru untuk menjaga tradisi agar tetap hidup,” ujarnya.
Ia berharap aplikasi tersebut tidak hanya menjadi simbol inovasi, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar mengenai tenun Kre Alang, katalog digital berbagai motif, media promosi produk tenun, arsip budaya, serta jembatan yang menghubungkan para penenun dengan masyarakat dan calon pembeli. Lebih jauh, aplikasi ini juga diharapkan menjadi penghubung antara generasi terdahulu sebagai pewaris budaya dengan generasi muda yang akan melanjutkan dan mengembangkan warisan budaya Tau Samawa di masa mendatang.
Sementara itu, Dwi Rizka Harriami menjelaskan bahwa aplikasi Kre Alang dikembangkan sebagai media pelestarian budaya Sumbawa dengan fokus pada tenun Kre Alang sebagai identitas Tau Samawa. Aplikasi tersebut memuat berbagai informasi mengenai sejarah tenun Kre Alang, tata cara penggunaannya, ragam motif beserta makna filosofinya. Seluruh informasi dapat diakses melalui aplikasi berbasis Android yang tersedia dan dapat diunduh melalui Google Play Store.
Melalui pemanfaatan teknologi digital ini, diharapkan pelestarian tenun Kre Alang tidak hanya menjangkau masyarakat Sumbawa, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan budaya Tau Samawa ke kancah yang lebih luas.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar