Bupati Sumbawa dan Menhum RI Sepakati Potensi Teluk Saleh sebagai Penggerak Ekonomi Biru

4 menit membaca
Sahril
NASIONAL, Pemerintahan - 20 Sep 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Taman Hiu Paus di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, menjadi saksi kemeriahan Festival Hiu Paus 2026 pada Sabtu malam (19/09/2026). Kehadiran Menteri Hukum Republik Indonesia, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., bersama Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan komitmen pemerintah dalam menjadikan potensi bahari Teluk Saleh sebagai kekuatan utama ekonomi biru dan pariwisata daerah.

Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, serta perwakilan Pemerintah Provinsi NTB. Tampak hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB, I Gusti Putu Milawati, S.S., S.H., M.H.

Hiu Paus sebagai Aset Strategis Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa keberadaan hiu paus di Teluk Saleh bukan sekadar fenomena alam, melainkan aset penting bagi pengembangan ekonomi biru dan pariwisata Sumbawa.

“Populasi hiu paus di Kabupaten Sumbawa adalah yang terbesar dibandingkan beberapa daerah lain yang juga memiliki hiu paus. Ini merupakan anugerah yang harus kita kelola dengan baik,” ujar Bupati Jarot.

Menurutnya, ekonomi biru harus mampu menghubungkan kelestarian sumber daya laut dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi hiu paus harus dijaga agar tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang bagi masyarakat Labuhan Jambu dan sekitarnya.

“Labuhan Jambu memiliki posisi strategis karena berada di kawasan Teluk Saleh yang kaya akan ekosistem laut dan menjadi salah satu destinasi unggulan wisata bahari Sumbawa,” tambahnya.

Dorong KEK Samota dan Investasi Strategis

Bupati Jarot juga mengaitkan potensi hiu paus dengan berbagai peluang pembangunan daerah, mulai dari ekonomi biru, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota, Proyek Strategis Nasional, pengembangan komoditas garam, hingga investasi strategis lainnya. Ia menyampaikan perkembangan Blok Elang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang direncanakan memasuki tahap konstruksi pada pertengahan 2027.

“Selain potensi hiu paus dan ekonomi biru, kita juga sedang mendorong pengembangan kawasan SAMOTA—Teluk Saleh, Moyo dan Tambora—menuju Kawasan Ekonomi Khusus,” ujarnya.

Pemerintah pusat, lanjut Bupati, memberikan perhatian serius terhadap usulan KEK Samota karena kawasan ini dinilai memiliki potensi besar di sektor pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi kreatif, perikanan, dan agro-maritim. Bahkan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menilai Samota berpeluang menjadi magnet investasi baru di Indonesia Timur.

Menteri Hukum Apresiasi Potensi Bahari Sumbawa

Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kekayaan potensi bahari yang dimiliki Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, Festival Hiu Paus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keunikan Teluk Saleh kepada dunia.

“Kehadiran saya di sini adalah bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan potensi daerah, khususnya sektor kelautan dan pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Supratman.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan ekonomi biru yang berwawasan lingkungan, serta memastikan regulasi yang mendukung investasi dan pelestarian sumber daya alam.

Festival sebagai Ruang Edukasi dan Konservasi

Ketua Yayasan Hiu Paus Musykil Hartsah menyampaikan bahwa rangkaian festival juga diisi dengan berbagai kegiatan positif seperti jalan sehat, Bangkarera Race, transplantasi karang, dan penanaman mangrove. Kegiatan tersebut memperkuat festival sebagai ruang edukasi dan kampanye konservasi, tidak sekadar hiburan semata.

“Kami ingin festival ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut, khususnya habitat hiu paus di Teluk Saleh,” ungkapnya.

Sumbawa Menuju Panggung Internasional

Momentum Festival Hiu Paus 2026 juga sejalan dengan semakin terbukanya Sumbawa bagi wisatawan mancanegara melalui Sail Indonesia 2026. Sumbawa menjadi salah satu titik persinggahan rute tersebut, dengan wisatawan diarahkan menikmati sejumlah destinasi, termasuk atraksi hiu paus di Labuhan Jambu dan budaya Barapan Kebo.

Selain itu, Bupati menyampaikan bahwa Sumbawa dipercaya menjadi tuan rumah Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2028. Kepercayaan tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan Sumbawa melalui kekayaan alam, bahari, sejarah, budaya, dan pusaka daerah.

Kemeriahan Malam Puncak

Festival berlangsung sangat meriah dengan kawasan Taman Hiu Paus yang dipadati masyarakat dan pengunjung. Acara diawali dengan persembahan Tari Katir dari SMKN 1 Tarano, dilanjutkan dengan launching lagu Hiu Paus oleh Karang Taruna Desa Labuhan Jambu. Festival kemudian resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Menteri Hukum RI.

Kemeriahan semakin terasa pada malam hari. Kembang api menghiasi langit Labuhan Jambu, sementara dari tengah laut tampak parade bagang nelayan yang dihiasi lampu warna-warni dengan ornamen hiu paus. Pemandangan tersebut menjadi salah satu atraksi yang paling menarik perhatian pengunjung. Acara kemudian ditutup dengan penampilan Sakeco dari SDN Labuhan Jambu.

Dengan terselenggaranya Festival Hiu Paus 2026, Kabupaten Sumbawa semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi unggulan wisata bahari yang mengedepankan prinsip ekonomi biru, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez