Wabup Sumbawa Tutup Bupati Open 2026, Mimpi Besar Lahirkan Atlet Bulutangkis Nasional

3 menit membaca
Sahril
Olahraga, Pemerintahan - 14 Sep 2026

Sumbawa, Nuansantb.id — Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori resmi menutup Kejuaraan Bulutangkis Bupati Open 2026 di GOR Pragas Sumbawa, Minggu (13/09/2026) malam. Penutupan berlangsung meriah. Antusiasme warga luar biasa: penonton membludak sejak hari pertama hingga pertandingan final. Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi seluruh pihak dan menegaskan mimpi besar Sumbawa melahirkan atlet bulutangkis tingkat nasional.

Penutupan dihadiri Ketua PBSI Kabupaten Sumbawa Mas Berlian yang juga Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Sumbawa, Kapolsek, Danramil, jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, panitia pelaksana, para atlet, pelatih, suporter, pecinta bulutangkis, orang tua atlet, serta masyarakat yang memadati GOR Pragas.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas terselenggaranya pelaksanaan Bupati Open 2026,” ujar H. Mohamad Ansori.

Menurut Wabup, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bulutangkis memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Kabupaten Sumbawa. Ia berharap semangat itu menjadi kekuatan melahirkan atlet berprestasi dari daerah.

“Ini membuktikan bahwa antusias masyarakat dan komunitas olahraga bulutangkis di Sumbawa betul-betul kita saksikan malam hari ini. Dari hari pertama sampai terakhir, penontonnya berjubel-jubel,” katanya.

Wabup Ansori mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa memiliki mimpi besar agar suatu saat ada atlet bulutangkis asal Sumbawa yang tampil di tingkat nasional, bahkan membawa nama daerah ke pentas lebih tinggi.

“Kami pemerintah juga sebetulnya bermimpi ada atlet bulutangkis yang bisa nanti main di kancah nasional. Mari kita tunjukkan bersama-sama bahwa Sumbawa nanti akan melahirkan atlet bulutangkis di tingkat nasional,” tegasnya.

Ia menekankan pencetakan atlet berprestasi tidak instan. Pembinaan harus dimulai sejak usia dini melalui proses panjang: pencarian bakat, seleksi, latihan, hingga pemberian kesempatan mengikuti kompetisi.

“Tidak instan untuk mencetak para pemain. Prosesnya cukup panjang. Dari usia dini itu sudah kita kenalkan. Bahkan usia dini, usia SD, usia SMP, kita gembleng, kita mencari bibit yang berbobot,” jelasnya.

Wabup juga menyoroti pentingnya sarana dan prasarana olahraga. Ia menyinggung kebutuhan rehabilitasi GOR Pragas, termasuk rencana peningkatan fasilitas tribun sebagaimana disampaikan pengurus PBSI Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah, katanya, pada prinsipnya mendukung peningkatan fasilitas olahraga, namun pelaksanaannya harus melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan.

“Pemerintah sangat mendukung sekali. Hanya memang ini masih proses semuanya. Mudah-mudahan pola-pola nanti akan kita wujudkan,” ujarnya.

Ia meminta pengurus KONI Kabupaten Sumbawa menyampaikan program dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga kepada pemerintah daerah. Dengan begitu, kebutuhan pengembangan olahraga dapat dibahas terencana dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

“Kalau memang nanti itu bisa diwujudkan, pemerintah lalu KONI mengajukan berapa yang dibutuhkan anggaran, kalau fiskalnya nanti juga memungkinkan, kenapa tidak. Karena itu anak-anak kita, untuk generasi ke depan,” katanya.

Lebih lanjut, H. Mohamad Ansori mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi membangun olahraga di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, orang tua, komunitas, suporter, dan masyarakat.

“Tidak harus nanti kita wujudkan secara sepihak, tapi mari kita juga komunikasi sehingga nanti betul-betul program PBSI ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan Sumbawa memiliki peluang melahirkan atlet berbakat, sebagaimana sejumlah legenda bulutangkis Indonesia yang pernah mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia. Melalui pembinaan sejak usia dini dan dukungan berbagai pihak, ia berharap lahir atlet Sumbawa yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Semoga masyarakat Sumbawa bisa melahirkan pemain yang bertalenta, pemain nasional bisa terwujud,” pungkasnya.

Penutupan Bupati Open 2026 di GOR Pragas Sumbawa menjadi momentum memperkuat komitmen bersama memajukan olahraga bulutangkis di Kabupaten Sumbawa, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez