
SUMBAWA, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Pada Senin (07/09/2026), Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. Rakor yang digelar secara virtual ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Pol. (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta.
Acara yang dirangkaikan dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, pimpinan OPD terkait, serta perwakilan Bulog. Rakor ini menjadi momentum penting bagi seluruh kepala daerah se-Indonesia untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional.
Mendagri Tito Tekankan Pentingnya Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua indikator utama yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia secara year-on-year (YoY) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen, sementara secara month-to-month mengalami kenaikan 0,21 persen dibandingkan Juli 2026.
Mendagri mengingatkan bahwa tekanan inflasi terutama berasal dari sektor makanan dan minuman, dengan komoditas penyumbang utama seperti daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, dan beras. Ia meminta pemerintah daerah untuk segera memberikan perhatian khusus terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga dan melakukan intervensi melalui berbagai program seperti penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pelaksanaan pasar murah.
“Yang perlu kita waspadai, dan perlu kita intervensi, agar harga, terutama makanan-minuman di wilayah yang spesifik ada datanya di BPS, agar di daerah-daerah tersebut kita berikan atensi, dukungan, termasuk misalnya beras SPHP, pasar murah, dan lain-lain. Kemudian, kita juga perlu waspadai potensi produksi yang bisa menurun, karena adanya kemarau panjang, karhutla, dan lain-lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mendagri Tito mengajak semua pihak untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional guna membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap). Ia menjelaskan empat komponen utama pertumbuhan ekonomi yang perlu dioptimalkan secara bersama oleh pemerintah pusat dan daerah: konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta ekspor neto.
Bupati Sumbawa: Komitmen Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dalam pengendalian inflasi, bukan hanya merespons setelah harga mengalami kenaikan.
“Pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan setelah harga mengalami kenaikan. Kami akan terus memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok di masyarakat,” ujar Bupati Jarot.
Kehadiran Bupati Sumbawa dalam rakor ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelaraskan kebijakan dengan arah nasional serta memastikan berbagai program pemerintah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumbawa. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan stabilitas ekonomi tetap terjaga dan daya beli masyarakat terus meningkat sepanjang tahun 2026.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar