Dari Sawah ke Dunia Digital, Bupati Sumbawa Dorong Generasi Muda Jaga dan Lestarikan Tradisi

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 20 Agu 2026

Sumbawa, Nuansantb.id — Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti halaman Kantor Camat Lopok saat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi membuka Festival Nimung Rame, Rabu (19/08/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini tak sekadar ajang hiburan, melainkan momentum strategis menjaga dan mewariskan tradisi budaya leluhur Sumbawa kepada generasi penerus.

Hadir dalam acara tersebut segenap Kepala Daerah Lingkup Pemkab Sumbawa, jajaran Forkopimcam Lopok, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias memadati lokasi kegiatan.

Apresiasi untuk Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa H. Jarot itu menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Forkopimcam Lopok dan para kepala desa atas kolaborasi yang telah menyukseskan festival tersebut.

“Kemeriahan Festival Nimung Rame ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi berbagai pihak. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa itu, kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena tidak hanya menjadi hiburan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan kembali tradisi lokal kepada generasi penerus.

Nimung: Lebih dari Sekadar Makanan Tradisional

Festival Nimung Rame mengangkat tradisi masyarakat Sumbawa yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan pertanian. Nimung—makanan tradisional yang proses pengolahannya menggunakan bambu—merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Bupati H. Jarot menegaskan, pelestarian tradisi tidak boleh hanya bergantung kepada generasi tua. Keterampilan membuat nimung harus mulai diwariskan secara langsung kepada anak-anak muda.

“Anak-anak muda harus diajarkan, sehingga ketika mereka nanti tua dan ibu, kakek, atau nenek mereka sudah tidak ada, masih ada yang pintar membuat timung,” tegasnya dengan nada penuh harap.

Filosofi Nimung: Dari Hutan Hingga ke Meja Makan

Lebih jauh, Bupati H. Jarot menjelaskan bahwa tradisi Nimung Rame merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian, terutama padi. Ia menggambarkan keterkaitan erat antara tradisi ini dengan keberlangsungan sektor pertanian dan lingkungan dalam sebuah rantai kehidupan yang utuh.

“Tidak mungkin ada timung tanpa padi, tidak mungkin ada padi tanpa lahan pertanian. Tidak mungkin lahan pertanian bisa berproduksi tanpa air, dan tidak mungkin ada air kalau tanpa hutan,” jelasnya dengan lugas.

Pesan itu disampaikannya sebagai pengingat bahwa kelestarian lingkungan merupakan fondasi bagi keberlanjutan tradisi dan kehidupan masyarakat Sumbawa.

“Kalau mata air tetap ada maka sawah kita akan subur. Kalau sudah subur maka kita akan panen dengan baik. Kalau panen kita meningkat, salah satu wujud syukur kita adalah dengan Nimung Rame,” tuturnya.

Digitalisasi Budaya: Kreativitas Tanpa Batas

Tak hanya pelestarian secara langsung, Bupati H. Jarot juga mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya Sumbawa kepada masyarakat luas. Ia berharap berbagai tradisi lokal dapat dikemas secara kreatif melalui media sosial, video pendek, maupun platform digital lainnya.

“Generasi muda agar lebih kreatif memperkenalkan budaya-budaya dan tradisi-tradisi kita ke dalam dunia digitalisasi. Jangan hanya hal-hal yang lucu atau kontroversial saja yang diekspos, tetapi keunikan daerah kita juga harus diperkenalkan,” pesannya.

Menurutnya, ruang digital seharusnya tidak hanya dipenuhi konten hiburan semata, tetapi juga menjadi etalase kekayaan budaya daerah agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun global.

Harapan: Festival Menjadi Tradisi Lintas Generasi

Bupati H. Jarot berharap Festival Nimung Rame tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi tradisi yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan kekayaan budaya sebagai salah satu kekuatan dalam pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan kekayaan budaya sebagai kekuatan untuk membangun Sumbawa yang unggul, maju dan sejahtera,” ujarnya penuh semangat.

Festival Nimung Rame diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang edukasi, regenerasi budaya, penguatan rasa syukur atas hasil pertanian, serta sarana menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Sumbawa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez