Sekda Budi Paparkan Penggerak Utama Kemajuan Sumbawa di Masa Depan

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan, PENDIDIKAN - 27 Sep 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengoptimalkan potensi daerah. Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar kelompok intelektual, melainkan kekuatan daerah yang membawa gagasan, kreativitas, dan energi untuk menjawab tantangan pembangunan.

Penegasan itu disampaikan Doktor Budi saat menjadi narasumber Dialog Kedaerahan yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Samawa (UNSA), Minggu (27/09/2026), di Auditorium Universitas Samawa.

Kegiatan mengusung tema “Sumbawa Hari Ini Menuju Sumbawa di Masa Depan: Meneropong dan Mengoptimalkan Potensi Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat.” Dalam forum itu, Sekda membawakan materi “Membawa Sumbawa dari Hari Ini Menuju Masa Depan.” Ia memaparkan berbagai perspektif tentang kondisi Sumbawa saat ini, potensi yang dimiliki, serta arah dan langkah strategis yang perlu didorong menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

Di hadapan para mahasiswa, Sekda Budi menyebut Sumbawa memiliki modal besar untuk berkembang. Sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, pertambangan, hingga sumber daya manusia dinilai dapat menjadi penggerak utama jika dikelola secara serius, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Namun, ia mengingatkan, potensi daerah tidak akan berarti tanpa perencanaan matang, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan generasi muda.

“Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai kelompok intelektual, tetapi juga bagian penting dari kekuatan daerah yang memiliki gagasan, kreativitas, dan energi untuk ikut menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ujar Doktor Budi.

Menurut Sekda, pembangunan daerah bukan hanya tugas pemerintah. Mahasiswa dapat mengambil peran melalui riset, kajian kebijakan, program pengabdian, hingga gerakan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia berharap kalangan muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengawal proses pembangunan dengan cara-cara produktif dan berbasis data.

Dalam paparannya, Doktor Budi juga menyinggung pentingnya daya saing daerah di era perubahan global. Sumbawa perlu menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan menguasai teknologi, tanpa meninggalkan nilai budaya serta kearifan lokal. Kombinasi kekayaan alam dan kualitas manusia dinilai akan menentukan sejauh mana daerah ini mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan daerah lain.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi itu menjadi kunci agar potensi Sumbawa dapat dioptimalkan secara lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga kesejahteraan yang dirasakan luas.

Dialog berlangsung interaktif. Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan kalangan muda menyampaikan berbagai pertanyaan, pandangan, serta usulan terkait masa depan Kabupaten Sumbawa. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi pemerintah daerah dan mahasiswa untuk saling bertukar gagasan, mengkritisi persoalan, sekaligus mencari solusi bersama.

Sekda Budi mengapresiasi inisiatif HMI Cabang Sumbawa dan BEM UNSA yang menyelenggarakan dialog kedaerahan. Menurutnya, ruang diskusi seperti ini penting untuk membangun pemahaman kolektif tentang arah pembangunan. Ia juga mendorong mahasiswa terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan menjaga idealisme sebagai calon pemimpin masa depan.

“Masa depan Sumbawa akan ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Anak muda harus hadir, berkontribusi, dan menjadi bagian dari solusi,” pesannya.

Melalui forum itu, diharapkan terbangun semangat bersama untuk mengoptimalkan seluruh potensi daerah, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa. Dialog kedaerahan ini pun menjadi penanda bahwa pembangunan daerah membutuhkan dialog lintas generasi, bukan kerja sendiri-sendiri.

Dengan semangat kolaborasi, pemerintah daerah, kampus, organisasi mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat berjalan seiring. Sumbawa hari ini, kata Doktor Budi, perlu disiapkan menjadi Sumbawa masa depan: daerah yang kuat, mandiri, dan sejahtera, dengan generasi muda sebagai salah satu motor penggeraknya. (Ril)

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez