Pantau Langsung Penanganan Stunting, Wabup Ansori: Jangan Pikirkan Anggaran, Programkan dan Eksekusi

3 menit membaca
Sahril
Kesehatan, Pemerintahan - 30 Sep 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, turun langsung memantau pemeriksaan dan tata laksana stunting di Puskesmas Moyo Utara. Dalam kegiatan tersebut, Wabup Ansori menegaskan komitmen pemerintah daerah bahwa penanganan stunting tidak boleh terhambat oleh persoalan anggaran.

“Jangan pikirkan anggaran. Programkan dan laksanakan. Pemerintah daerah akan terus menyiapkan anggaran untuk penanganan stunting,” tegas Wabup Ansori, dalam kegiatan yang dihadiri jajaran OPD, Dinas Kesehatan, Camat Moyo Utara, Kepala UPT Puskesmas Moyo Utara, para dokter spesialis anak, perwakilan KB, kepala desa, tokoh masyarakat, serta unsur perguruan tinggi, Selasa (29/09/2026).

Wabup Ansori memberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis yang terlibat langsung dalam pemeriksaan dan tata laksana stunting. Menurutnya, keterlibatan dokter spesialis merupakan langkah penting untuk memberikan penanganan yang lebih tepat kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami mengapresiasi para dokter yang hari ini bisa hadir. Terutama dokter spesialis yang turun langsung untuk menangani stunting. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Wabup Ansori menekankan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui rapat dan perencanaan. Ia meminta jajarannya untuk mengurangi rapat dan memperbanyak eksekusi nyata di lapangan.

“Kurangi rapat, perbanyak eksekusi lewat tindakan nyata di lapangan. Langsung eksekusi turun ke lapangan. Kita data, kita lihat kecamatan mana yang harus didahulukan, kemudian kita lakukan penanganan bersama-sama,” tegasnya.

Menurut Wabup Ansori, Kecamatan Moyo Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian dalam upaya penanganan stunting. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, hingga masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan.

“Ini kita tangani bersama-sama, gotong royong, dikeroyok. Dengan begitu, stunting bisa kita turunkan secara signifikan dan pada akhirnya anak-anak generasi penerus Sumbawa dapat terbebas dari stunting,” katanya.

Selain penanganan medis, Wabup Ansori juga menyoroti pentingnya edukasi dan perubahan pola hidup masyarakat. Menurutnya, faktor stunting tidak hanya berkaitan dengan gizi dan asupan nutrisi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola hidup dan pengetahuan keluarga. Karena itu, edukasi mengenai pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, keluarga, hingga masyarakat melalui kegiatan Posyandu.

“Kita harus terus memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil maupun sebelum pernikahan. Mulai dari Posyandu, pola hidup juga harus selalu disampaikan,” jelasnya.

Wabup Ansori juga mendorong keterlibatan tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, penyampaian pesan mengenai kesehatan dan pencegahan stunting dapat dilakukan melalui berbagai ruang sosial dan keagamaan agar semakin mudah diterima masyarakat.

“Kita juga bisa bekerja sama dengan para ustaz untuk memberikan penerangan terkait stunting kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan Posyandu,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pemeriksaan dan tata laksana stunting dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menyasar kecamatan-kecamatan lain yang membutuhkan intervensi. Dengan demikian, upaya penurunan stunting dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan di Kabupaten Sumbawa.

“Kalau kita keroyok bersama-sama, saya yakin stunting bisa kita turunkan secara signifikan. Harapannya, generasi penerus Sumbawa menjadi generasi yang sehat dan menjadi generasi emas menuju 2045,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Wabup Ansori menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas, tenaga kesehatan, dokter spesialis, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perguruan tinggi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap kolaborasi lintas sektor dalam penanganan stunting terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Sumbawa yang sehat serta mendukung terwujudnya Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. (Ril)

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez