
Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Kapal calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Putri, Kota Batam pada Kamis 16 Juni 2022 sekitar pukul 19.30 WIB.
Kapal cepat atau speed boat yang mengangkut sedikitnya 30 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal ini bergerak dari Batam menuju Malaysia. Sebanyak 7 orang Korban saat ini masih dalam pencarian.
“Untuk tujuh korban yang belum ditemukan, pihak SAR masih melakukan pencarian di lokasi kejadian,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Nusa Tenggara Barat, Abri Danar Prabawa dilansir dari Antara. Sabtu 18 Juni 2022.
Abri mengatakan, ada sebanyak 30 penumpang dalam kapal yang menjadi korban, semuanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural atau ilegal yang rata-rata berasal dari NTB.
Adapun dari ke 30 orang tersebut, 23 orang sudah berhasil diselamatkan, sedangkan sisanya tujuh orang masih dalam pencarian.
“Semua PMI yang berhasil diselamatkan berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB),” ujarnya.
Saat ini semua yang selamat sudah di evakuasi ke Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut Batam.
Sesuai data sementara lanjutnya, dari 23 orang yang berhasil diselamatkan tersebut, 15 orang berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.
Diantaranya, Muh Zohir Abbas (21), Denin (23), Abdillah (43), Jumawardan (32), Syafii, Ariaawan, Adi (35) dan Arum (42) Azharudin (51), Zulham (37), Sagir (40), Yusup (42), Mahli Fikri (24), Amat (41), Arif Rahman Hakim.
Sementara 6 (Enam) orang lainnya berasal dari Kabupaten Lombok Timur yakni, Sahman (35), M. Jefri (23), Ahmad Yani (28) Danil (36) Masrin (44) dan Suardi (27).
Kemudian 2 (Dua) orang berasal dari Kabupaten Lombok Barat, yakni Herman (29) dan Joni Iskandar (18).
Sementara 1 orang atas nama Amat harus dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam karena sesak napas yang disebabkan kebanyakan minum air laut.
“Kami akan terus melakukan koordinasi dan menginformasikan kembali terkait perkembangan penanganan insiden kapal tenggelam ini, bagaimana penanganan PMI dan lainnya,” pungkasnya.
Adapun kronologis berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, kapal speed boat mesin 200 pk x 2 tersebut bergerak dari pantai nongsa dengan tujuan Malaysia, diduga penumpang yang diangkut yaitu Pekerja Migran Indonesia yang belum diketahui pastinya akan bekerja dimana di luar negeri.
Sedangkan penyebab tenggelamnya kapal yang mengangkut penumpang tersebut karena menabrak kayu di sekitar perairan Pulau Putri, kecamatan Nongsa, Kota Batam sehingga menyebabkan adanya kebocoran.
Diketahui terhadap aktivitas kapal pengangkut penumpang tersebut dilakukan tanpa izin karena melalui jalur yang tidak resmi.
Berdasarkan keterangan dari saksi mata, bernama Joni, korban penumpang di evakuasi dengan bantuan nelayan setempat diangkut dengan KRI dan dikumpulkan di Lanal Batam, Batu Ampar Kota Batam.
Untuk sementara terhadap kejadian tersebut sebanyak 23 orang penumpang asal NTB telah dievakuasi dan saat ini penanganan dilakukan oleh TNI AL Kota Batam. (Red)

Tidak ada komentar