Pemkab Sumbawa Bentuk Satgas Khusus untuk Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Elpiji 3kg

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 09 Jul 2025

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Menanggapi keluhan masyarakat soal kelangkaan dan melonjaknya harga gas elpiji 3kg, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mengambil langkah tegas dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) LPG 3kg. Langkah ini diharapkan bisa mengoptimalkan distribusi dan menjamin ketersediaan elpiji subsidi bagi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Satgas Gabungan TNI-Polri-OPD untuk Kawal Distribusi

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengonfirmasi pembentukan Satgas ini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (08/07/2025).

“Kami tidak diam dan bahkan terus melakukan sidak ke Pangkalan namun memang kesadaran oknum pihak Pangkalan dan Agen masih belum ada. Semestinya mereka sadar karena sudah tertulis jelas di tabung Gas elpiji 3 kg ini dan oknum nakal ini dengan sadar serta berani mengambil hak masyarakat miskin. Sehingga hari ini kami libatkan berbagai leading sector, termasuk OPD, TNI, dan Polri, untuk memastikan distribusi LPG 3kg merata, tepat sasaran dan oknum Pangkalan nakal diberikan keluasan hati untuk mematuhi aturan serta tidak mengambil hak warga yang membutuhkan sesuai dengan hajat Pemerintah,” tegas Wabup Ansori.

Adapun tugas pokok Satgas kata Wabup Ansori, yakni : Memantau distribusi elpiji 3kg di seluruh wilayah Sumbawa. Mengantisipasi kelangkaan dengan sistem pendataan yang akurat. Memastikan harga stabil dan tidak terjadi penimbunan. Dan Memberikan pelayanan cepat jika ada keluhan masyarakat serta menindak oknum Pangkalan nakal yang tidak mematuhan aturan.

Selain itu, pembentukan Satgas ini diharapkan bisa : Mempercepat penyaluran elpiji 3kg ke daerah rawan kelangkaan. Mencegah spekulasi harga oleh oknum nakal. Dan Meningkatkan transparansi dalam penjualan gas subsidi.

“Kami ingin masyarakat, terutama yang kurang mampu, tidak kesulitan mendapatkan elpiji 3kg dengan harga terjangkau,” tambah Wabup Ansori.

Langkah Pemkab Sumbawa ini diapresiasi warga, mengingat belakangan banyak keluhan soal harga elpiji 3kg yang melambung hingga Rp 30.000 bahkan Rp. 50.000 per tabung, padahal HET-nya hanya Rp 18.000-Rp 20.000.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez